Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

STUDI BANDING UNISBA: RUMAH SEHAT TERPADU, WUJUD NYATA MANAJEMEN ZISWAF

“Ketika dana ziswaf terkelola dengan baik, mustahiq akan terangkat kualitas hidupnya, muzakki pun semakin tergugah untuk terus berdonasi, karena dampak positifnya pun akan terlihat nyata,” tutur dr. Yahmin Setiawan, MARS dalam sudi banding Unisba, Selasa (31/05). Ziswaf sebagai instrumen ekonomi dalam Islam memiliki peranan yang luar biasa jika dikelola dengan tepat oleh sumber daya manusia (amil) yang tepat juga.

Dalam studi banding 43 sahabat mahasiswa dari Universitas Islam Bandung (Unisba) Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa berbagi pengalaman perihal “Manajemen Ziswaf dan CSR”. Dalam kesempatan ini, diskusi studi banding dipandu oleh Bapak Hendi Suhendi. S. Sos, M. Si sebagai Dosen Manajemen Ziswaf Unisba. Antusias para sahabat mahasiswa tentang manajemen ziswaf di RS Rumah Sehat Terpadu begitu tinggi. Nampak dari banyaknya pertanyaan yang dilayangkan kepada jajaran direksi rumah sakit yang hadir, yakni dr. Yahmin Setiawan, MARS selaku Direktur Utama Rumah Sehat Terpadu, dan Ibu Wasi’ah R. Mahary selaku Manajer Umum.

Hasil studi rekan BAZNAS dan Ekonomi Syariah IPB, potensi zakat di Indonesia mencapai angka 130-140 triliun per tahunnya dan baru 5% saja yang dikelola secara profesional, 95% sisanya masih dikelola tradisional oleh masyarakat. Menginjak tahun ke dua puluh tiga, alhamdulillah Dompet Dhuafa telah berjalan mengelola sebagian dari 5% dana zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf (ziswaf) tersebut bahkan kini diperluas ke ranah pengelolaan dana CSR perusahaan, dengan segala inovasi program dan pertanggungjawaban dana yang dikelola. Kita serius, mereka percaya. Bermodal kepercayaan para muzakki dan doa mustajab dari para penerima manfaat, terwujudlah RS Rumah Sehat Terpadu sebagai pengejawantahan nyata manfaat dari ziswaf untuk umat. Harga dari kepercayaan kejujuran, tanggung jawab, da profesionalitas, tahun 2010 Dompet Dhuafa menghimpun dana hampir 50 milyar untuk mewujudkan mimpi memiliki rumah sakit VIPP (very important poor person) bagi dhuafa.

Rumah sakit ini merupakan bagian dari cita-cita besar Dompet Dhuafa untuk mewujudkan kawasan yang madani, yang bernama Zona Madina. Kawasan yang memberdayakan masyarakat sekitar, khususnya masyarakat muslim, di pelbagai lini, mulai dari pendidikan, ekonomi, dakwah, dan kesehatan. Lembaga Pengembangan Insani, Kampoeng Wisata Jampang dan Masjid Al Madina merupakan puzzle Zona Madina selain rumah sakit ini.

“Bagaimana cara menjaga kepercayaan para muzakki? Rumah Sehat Terpadu selalu berupaya menjadi rumah sehat yang amanah, ramah, dan cinta ibadah. Bagaimana cara agar para penerima manfaat merasa puas akan pelayanan kesehatan kami? Layanilah para dhuafa sebaik mungkin sebagai manusia yang sebenarnya. Sehingga mereka tidak harus mendengar lagi ‘orang sakit tidak boleh sakit’,” papar Ibu Wasi’ah R. Mahary. (das)

643 total views, 2 views today