Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TERLALU MANIS BELUM TENTU SEHAT

Semua orang menyukai makanan dan minuman manis. Selain karena rasanya, kebiasaan memakan atau meminum yang manis pun muncul karena budaya. Di beberapa daerah di Indonesia, memiliki kebiasaan mengonsumsi yang manis-manis. Namun, tahukan anda bahwa makanan atau minum yang manis tidak selamanya menyehatkan. Berikut akan diuraikan bahaya terlalu mengonsumsi yang manis-manis

1.      Masalah gigi

Bakteri yang ada dalam mulut bisa memecah karbohidrat dan makanan manis menjadi asam. Hal ini akan menyebabkan kerusakan gigi dan gigi berlubang. Bakteri akan memakan apapun yang terselip pada celah-celah gigi. Makanan-makanan yang manis seperti permen lunak, kismis, atau roti bisa menyebabkan kerusakan gigi. Maka dari itu, kurangilah makanan-makanan manis yang mengandung tinggi gula agar gigi tidak cepat rusak.

2.      Masalah berat badan

Sering mengonsumsi soda yang merupakan sumber utama gula, akan mendorong seseorang untuk mengonsumsi kalori lebih banyak. Selain itu, dia juga cenderung hanya sedikit mengonsumsi makanan yang bergizi. Hal ini akan meningkatkan risiko obesitas. Mengurangi pengonsumsian soda berkarbonasi akan mengurangi asupan kalori sebesar 132 kalori per kaleng. Sebuah studi menemukan, konsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) berlebih menyebabkan bertambahnya lemak perut yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

3.      Masalah jantung

Mengonsumsi gula terlalu banyak bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol jahat, dan trigliserida, di mana kondisi ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain penyakit jantung, bahaya lain yang mengancam adalah penyakit diabetes. Agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit tersebut, kurangilah makan makanan yang manis dan beralih ke makanan-makanan yang lebih sehat seperti gandum, buah-buahan, sayuran, dan makanan yang rendah lemak. Selain itu imbangi juga dengan berolahraga secara rutin.

Penelitian dalam Journal of American Heart Association pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa kebanyakan mengkonsumsi gula bisa membuat terganggunya cara kerja organ jantung dalam melakukan fungsinya sebagai pemompa darah. Hasil studi tersebut menyatakan bahwa molekul yang terdapat dalam gula yang disebut dengan glukosa 6-fosfat bisa mengakibatkan otot jantung berubah dan apabila hal tersebut terus dibiarkan, maka gula sama saja dapat meningkatkan seseorang terkena gagal jantung.

4.      Gizi tak berimbang

Dalam tubuh si kecil gula akan dirubah menjadi energi. Tapi tubuh mereka bukan hanya perlu energi, tubuh si kecil perlu protein, lemak, dan nutrisi lainya untuk bertumbuh. Anak yang terlalu banyak mengkonsumsi gula cenderung menolak untuk makan karena merasa sudah kenyang padahal cemilan manis gizinya kurang berimbang.

5.      Meningkatkan resiko terkena kanker

Hasil beberapa nenelitian yang salah satunya dari University of Minnesota, ditemukan bahwa mereka yang minum dua kali atau lebih minuman ringan yang mengandung kadar gula tinggi, memiliki resiko 87 persen lebih besar untuk terkena kangker pankreas. Setiap manusia berisiko kanker karena memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Meskipun begitu, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk mematikan sel kanker sehingga sel tersebut tidak lantas berkembang menjadi kanker yang mematikan. Sayangnya, konsumsi gula berlebihan akan merusak mekanisme tersebut. Ditambah lagi, studi baru-baru ini mengungkap, gula merupakan nutrisi yang baik bagi sel kanker untuk berkembang.

Konsumsi Gula Berpotensi Besar Terkena Diabetes Tipe 2

Jika seseorang mampu mengonrol kadar glukosa dalam darah melalui berbagai makanan dan minuman manis yang dikonsumsi, maka akan membuat kerja hormon insulin lebih ringan (Hormon insulin merupakan hormon yang bertugas mengontrol kadar glukosa dalam darah selalu stabil). Sehingga penyakit diabetess tipe 2 tidak akan mudah menyerang tubuh anda.

Perhatikan si kecil ketika mengkonsumsi yang manis

Menurut badan kesehatan dunia (WHO) kebutuhan gula harian si kecil tidak boleh lebih dari 10 persen total kebutuhan kalor harian mereka. Mengacu pada data tersebut, dapat disimpulkan bahwa si kecil yang berusia 1-3 tahun dengan kebutuhan energi rata-rata 1000 kkal, maka kebutuhan gulanya mencapai 25 gram atau sekitar 5 sendok teh per hari.

Sedangkan si kecil yang berusia 3-6 tahun dengan angka kebutuhan energi rata-rata yang mencapai 1550 kkal perhari, maka asupan gula si kecil tidak boleh lebih dari 64 gram atau 12 sendok teh per hari. Perlu ayah bunda pahami bahwa angka kebutuhan gula diatas adalah angka maksimal perhari. Jadi selalu cermati kandungan gula dalam setiap makanan yang dikonsumsi si buah hati.

#diperoleh dari berbagai sumber

511 total views, 1 views today