Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

DONOR DARAH DI BULAN RAMADHAN?!

Darah merupakan kebutuhan yang tidak mengenal waktu. Itulah yang membuat stok darah harus selalu tersedia agar kebutuhan darah dapat segera diatasi. Namun ada kalanya di mana jumlah stok darah menipis, misalnya di bulan puasa. Stok darah menipis lantaran kurangnya minat pendonor untuk melakukan aksi donor darah di saat berpuasa.

Menurut data dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, jumlah pendonor di bulan puasa turun hingga 60 persen dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Padahal, donor darah tetap bisa dilakukan saat berpuasa karena tidak membatalkan puasa.

“Donor darah pada saat Ramadhan tidak membatalkan puasa,” tegas Gusrizal Gazahar, Ketua Bidang Fatwa dan Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat. Donor darah dibolehkan asalkan tidak menimbulkan bahaya dan akibat buruk terhadap si pendonor setelah melakukan donor darah sehingga ia harus membatalkan.

Fatwa tersebut diambil berdasarkan dari sikap Rasul yang melakukan bekam pada saat berpuasa. “Bekam hampir mirip dengan donor darah karena mengeluarkan darah dari dalam tubuh. Hanya saja dalam bekam darah yang dikeluarkan adalah darah kotor sedangkan donor guna mencukupi individu lain yang kekurangan darah,” tuturnya.

Kendati tidak ada larangan mendonor darah di siang hari saat berpuasa, namun mendonor di malam hari dapat jadi pilihan yang mungkin lebih meringankan. “Untuk itu, PMI DKI Jakarta buka 24 jam dan siap malayani kapan pun pendonor mau,” ujar Salimar Salim, Kepala PMI DKI Jakarta. Selain itu, kerja sama PMI dengan tempat-tempat beribadatan seperti mesjid pun ikut memudahkan untuk donor darah seusai shalat tarawih.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berdonor

Hanya saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pendonor agar tetap dapat melakukan donor darah meski sedang berpuasa. Di samping syarat kesehatan yang sudah umum diperiksa sebelum donor darah seperti kadar hemoglobin dan tekanan darah, ada juga syarat yang berhubungan dengan kebiasaan pendonor dan waktu berdonor.

1. Cukup makan sahur dan berbuka

Kecukupan asupan makanan dinilai penting. Pasalnya, asupan makanan sangat mempengaruhi energi pendonor sehingga tidak mudah lemas atau pusing setelah mendonorkan darah.

“Biasanya akan kami tanya dulu kebiasaan sahur dan berbuka pendonor, kalau hanya minum air putih dan kue-kue saja sebaiknya ditunda dulu,” papar Salimar.

Ia mengatakan, paling tidak pendonor harus makan makanan bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup di waktu sahur dan berbuka beberapa hari sebelum akan mendonor. Sementaranya jumlahnya, tergantung kebutuhan masing-masing individu.

2. Cukup tidur

Umumnya berpuasa membuat jadwal tidur mengalami perubahan karena kegiatan sahur ataupun ibadah malam. Namun tidur merupakan kebutuhan penting untuk proses pembentukan sel-sel darah.

Maka orang yang mau mendonor, kata Salimar, minimal harus tidur tiga jam di malam sebelumnya. “Maka donor darah tidak disarankan bagi mereka yang begadang di malam sebelumnya,” ujarnya.

3. Cukup Minum

Tubuh terdiri dari cairan yang sebagian besar berwujud darah. Agar tidak dehidrasi saat mendonorkan darah, maka pendonor wajib untuk cukup minum. Saat berpuasa, waktu minum terbatas, jadi demi mencukupi kebutuhan cairan pendonor harus minum cukup di saat sahur dan sehabis berbuka puasa.

Darah Donor Saat Puasa Lebih Baik

Ditinjau dari segi kesehatan, darah yang didonorkan setelah pendonor berpuasa adalah darah yang sehat, sebab puasa akan membantu mendetoksifikasi tubuh dari segala macam racun yang ada.

“Puasa Ramadan yang kita laksanakan saat ini mengandung hikmah sehat yang besar, dari pengontrolan berat badan, pengontrolan kolesterol darah, kadar asam urat, gula darah dan pengendalian berbagai penyakit yang berhubungan dengan faktor stres dan detoksikasi racun di dalam tubuh,” urai Dr. Ari Fahrial Syam, praktisi klinis dan pengamat kesehatan. “Melalui donor darah kita akan mengeluarkan darah kita sebanyak 350-450 cc dan membawa manfaat yang besar untuk hidup dan kehidupan kita,” lanjutnya.

Donor darah akan membuat tubuh jadi lebih sehat. Darah yang dikeluarkan akan membuat tubuh memperbarui darah dalam tubuh. Tubuh akan merespons darah yang dikeluarkan dan segera memproduksi sel darah merah baru. Kandungan zat besi yang tinggi dalam pun akan membantu menghindarkan kerusakan akibat radikal bebas. Hilangnya radikal bebas dalam tubuh ini akan membantu mengurangi meningkatnya risiko kanker dan penuaan dini.

Donor darah juga menjadi penting bagi perempuan. Pasalnya, dengan pengambilan darah sekitar 450 cc, juga akan membuat berat badan jadi berkurang. Ia menyebutkan, lewat donor darah akan terjadi proses pembakaran kalori sebanyak 600 kalori.

Aksi Sehat Donor Darah Ramadhan 1437 H di Rumah Sehat Terpadu

Selama setahun ini, Rumah Sehat Terpadu telah rutin menyelenggarakan aksi donor darah setiap tiga bulan, bekerja sama dengan PMI Cabang Bogor. Dan istimewanya, donor darah periode kali ini bertepatan dengan berlangsungnya ibadah puasa Ramadhan. Insya Allah, aksi donor darah akan berlangsung pada Ramadhan hari kesebelas, yaitu Kamis, 16 Juni 2016 setelah berbuka puasa. Untuk sahabat RST yang ingin bergabung mendonorkan darahnya dapat mendaftar pada hari-H pukul 17.00 sampai dengan 18.00 WIB, atau menghubungi via SMS di nomor 087709923187. Salam #sehatmiliksemua.

#diperoleh dari berbagai sumber

718 total views, 1 views today