Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PUASA JANGAN SAMPAI SAKIT

Bulan suci Ramadhan adalah saat-saat yang sangat ditunggu oleh umat muslim. Pada bulan ini Allah SWT melimpahkan semua rahmat dan berkah bagi siapa saja yang beribadah kepada-Nya. Puasa adalah menahan hawa nafsu dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Pada saat berpuasa terjadi perubahan pola makan maupun pola tidur. Jika tubuh terlambat menyesuaikan, bukan tidak mungkin saat puasa malah muncul beberapa gangguan penyakit. Namun, bagaimanapun puasa tetap wajib dijalankan. Karena itu, kita harus tahu bagaimana cara mengatasi berbagai gangguan yang umum muncul saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

1.      Asam Lambung

Penyakit asam lambung akan terjadi ketika orang yang berpuasa langsung tidur, 30 menit setelah menjalani sahur. Maka dari itu, tidurlah 1 jam setelah sahur agar asam lambung tidak naik. Jika memang ingin tidur beberapa menit setelah sahur, gunakanlah bantal tinggi, untuk menahan asam lambung dalam tubuh agar tidak naik.

2.       Konstipasi atau Sembelit

Susah buang air besar sering dialami saat berpuasa. Sembelit bisa menyebabkan ambeien atau haemoroids, diindikasi dengan munculnya rasa nyeri di saluran anal dan gangguan pencernaan yang membuat perut terasa kembung. Kondisi ini normal saat kita berpuasa karena tubuh banyak menyaring makanan, kurang minum, dan kurang konsumsi serat. “Untuk mencegah sulit buang air besar atau sembelit, jangan lupa masukkan buah dan sayuran dalam daftar menu sahur dan berbuka. Selain buah dan sayur, makanan tinggi serat seperti agar-agar dan yoghurt, baik untuk menghindari diri dari sembelit. Dan yang tak kalah penting, minumlah air putih yang cukup,” pesan dr. Melathi, dokter umum di RS Rumah Sehat Tepradu Dompet Dhuafa. Variasi rasa agar dan yoghurt dapat menambah selera konsumsi serat pangan sehari-hari. Roti dan makanan yang terbuat dari gandum utuh juga dapat menjadi alternatif karbohidrat pengganti nasi, yang kaya akan serat pangan.

3.      Gangguan Pencernaan

Saat berbuka puasa kita seringkali tak bisa mengontrol diri untuk makan banyak, akibatnya munculah penyakit yang mengganggu sistem pencernaan, seperti diare dan sakit perut. Penyebabnya karena makan berlebihan, terlalu banyak mengkonsumi makanan yang digoreng dan berlemak, makanan pedas, dan makanan yang memicu produksi gas, seperti telur, kubis, minuman berkarbornasi. Untuk menghindari hal tersebut solusinya adalah dengan menghindari makan terlalu berlebihan saat berbuka puasa, kurangi minuman yang mengandung soda, akan lebih baik jika banyak mengkonsumsi jus buah dan air mineral. Hindari makan makanan yang digoreng dan makanan yang memproduksi gas, contohnya mie instan.

4.      Tekanan Darah Rendah

Keringat yang berlebihan, rasa lemas, letih, lesu, tak ada energi, pusing terutama saat bangun dari posisi duduk, pucat, dan merasa ingin pingsan merupakan gejala-gejala yang umum dijumpai pada penderita tekanan darah rendah. Gejala ini umurnya sering terjadi pada siang hari.

Biasanya gangguan ini terjadi karena sedikitnya jumlah asupan cairan dan kurangnya konsumsi garam. Untuk mencegah terjadinya tekanan darah rendah cobalah mulai tambah porsi minum dan garam di malam hari dan perbanyak istirahat di siang atau sore hari. Bila tekanan darah tetap rendah, segera konsultasi ke dokter.

5.       Sakit Kepala

Sakit kepala atau pening selalu dialami beberapa orang saat berpusa, karena mereka harus menghilangkan kebiasaan yang biasa dilakukan di siang hari, seperti merokok, minum kopi atau rutinitas kerjaan yang menuntut banyak tenaga, dan menahan rasa kantuk. Sakit kepala ini semakin parah jika dibarengi dengan tekanan darah yang rendah, bahkan bisa menyebabkan rasa mual sebelum waktu berbuka tiba. Untuk mencegah dan mengurangi rasa sakit kepala, stop konsumsi kopi dan merokok selama puasa. Untuk menghindari ngantuk disiang hari, atur kembali jadwal tidur selama bulan ramadhan.

6.      Gula Darah Rendah

Gejala seperti lesu, pening, tubuh mudah lelah, konsentrasi yang buruk, mudah berkeringat, sakit kepala serta pusing saat sedang melakukan aktivitas merupakan gejala-gejala dari penyakit gula darah rendah. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika anda penderita diabetes, namun bila anda tidak menderita diabetes, gejala ini bisa disebabkan karena terlalu banyak mengkonsumsi gula saat sahur, misalnya terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat atau makanan manis saat sahur sehingga tubuh menghasilkan banyak insulin dan membuat glukosa darah menurun, yang akhirnya membuat tubuh menjadi lemas.

Untuk mencegah datangnya gejala penyakit gula darah rendah, sebaiknya kurangi makanan yang terlalu manis saat sahur sehingga jumlah gula darah di dalam tubuh tetap seimbang.

7.      Kram Otot atau Kejang Otot

Biasanya disebabkan karena tubuh kelelahan, kurang konsumsi kalsium, magnesium, dan kalium. Untuk mencegahnya, biasakanlah mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, magnesium dan kalium, yang biasanya terdapat pada produk susu, daging, buah-buahan serta sayuran.

8.      Batu Ginjal

Batu ginjal umumnya terjadi pada orang yang kurang minum, oleh karena itu untuk penderita bantu ginjal, disarankan perbanyak minum air putih saat berbuka dan sahur untuk mencegah pembentukan batu ginjal. Selain itu, banyak minum saat berbuka dan sahur juga bisa mencegah dehidrasi muncul saat melaksanakan ibadah puasa karena banyaknya aktivitas yang dilakukan atau melakukan pekerjaan yang membuat keluar banyak keringat.

9.      Radang Tenggorokan

Gorengan sering dipilih banyak orang yang berpuasa sebagai cemilan ketika waktu berbuka tiba. Menurut Pakar Gizi RS Pusat Pertamina, dr. Titi Sekarindah, MS, SpGK, boleh saja orang yang berpuasa memilih gorengan sebagai cemilan ketika waktu berbuka puasa tiba, asalkan tidak terlalu banyak, 1 buah saja cukup. Pasalnya, apabila terlalu banyak mengkonsumsi gorengan ketika berbuka, akan merangsang tenggorokan menjadi sensitif, yang berujung pada radang tenggorokan.

10.  Penyakit Maag

Salah satu penyakit yang cukup populer dan sering diderita saat sedang puasa adalah maag. Penyakit maag ini bisa mengganggu aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari. Untuk mencegah sakit maag saat puasa, makanlah makanan berserat serta mengunyah 32 kali setiap makanan akan membantu pencernaan bekerja tidak terlalu keras. Awali dengan minuman yang hangat terlebih dahulu saat berbuka sehingga perut tidak sampai kaget. Minuman pembuka juga disarankan tidak terlalu manis. “Bagi penderita maag, hindari makan makanan yang asam, pedas, dan bersantan saat berbuka dan sahur. Jangan lupa minum obat maag saat sahur atau berbuka sesuai anjuran dokter. Baiknya, makanlah secara bertahap. Ketika buka, asupan pertama adalah minum yang manis dan makan kurma secukupnya. Setelah itu minum obat maag, selang beberapa waktu kemudian (sholat Maghrib dahulu misalnya –red), baru makan makanan berat seperti nasi dan lauk pauknya,” tambah dr. Melathi.

(pen: um, ed: das)

# didukung oleh referensi bacaan dari berbagai sumber

649 total views, 1 views today