Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

KUNJUNGAN MEDIA TERKAIT MEREBAKNYA ISU VAKSIN PALSU

BOGOR (28/6) RS Rumah Sehat Terpadu DD sebagai rumah sakit nonprofit jejaring Yayasan Dompet Dhuafa Republika di bidang kesehatan selalu memberikan pelayanan yang terbaik. Dengan memaksimalkan sumber daya dan fasilitas, rumah sakit ini kini mampu melayani pasien dhuafa atau yang biasa disebut penerima manfaat.

Merebaknya pemberitaan vaksin palsu yang menyebar dibeberapa daerah berdampak pada munculnya rasa ragu dari para orang tua yang melahirkan anaknya sampai kurun waktu 13 tahun yang lalu. Pejabat daerah khususnya bidang kesehatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai fasilitas kesehatan guna mencari penyebaran vaksin palsu ini. Khususnya wilayah Kabupaten Bogor, dinas kesehatan saat ini sedang melakukan sidak di fasilitas layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Bogor.

RS Rumah Sehat Terpadu DD pun mendapat perhatian media. Perhatian ini diberikan bukan karena vaksin yang digunakan adalah palsu melainkan karena meskipun sebagai rumah sakit gratis untuk dhuafa namun mampu memberikan vaksin yang didistribusikan langsung dari dinas kesehatan atau distributor obat resmi. Hal ini membuktikan bahwa rumah sakit ini menjaga kualitas pelayanan. Perhatian media ini dilakukan dengan kunjungan langsung ke lapangan atau dalam hal ini kepada pasien yang mendapatkan vaksin. Sehingga, pasien RS Rumah Sehat Terpadu DD tidak perlu ragu untuk memvaksinasi buah hatinya di rumah sakit tersebut. Orang tua pun tidak akan menyangsikan lagi keaslian dan kualitas vaksinnya, karena bidan dan perawat selalu memperlihatkan batch ID vaksin sebelum diberikan kepada anak.

Keaslian vaksin hepatitis B0 untuk bayi baru lahir

Keaslian vaksin hepatitis B0 untuk bayi baru lahir

Bagaiman dengan rumah sakit lain? Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri telah menegaskan bahwa peredaran vaksin palsu tersebut tidak perlu terlalu dirisaukan. Meski memang tetap harus diwaspadai, Kemenkes telah memberi petunjuk agar para orang tua tidak perlu terlalu waswas dengan hal tersebut melalui akun Twitter resmi @KemenkesRI. Adapun 7 alasan tersebut adalah:

  1. Jika anak Anda mendapatkan imunisasi di Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit Pemerintah, vaksin disediakan oleh pemerintah yang didapatkan langsung dari produsen dan distributor resmi. Jadi vaksin dijamin asli, manfaat dan keamanannya
  2. Jika anak Anda mengikuti program pemerintah yaitu imunisasi dasar lengkap di antaranya Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, BCG, pengadaannya oleh pemerintah didistribusikan ke Dinas Kesehatan hingga fasyankes. Jadi dijamin asli, manfaat dan keamanannya.
  3. Jika peserta JKN dan melakukan imunisasi dasar misalnya vaksin BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak, pengadaan vaksin didasarkan pada Fornas dan e-catalog dari produsen dan distributor resmi, jadi asli dan aman
  4. Ikuti program imunisasi ulang seperti DPT, Polio, Campak. Tanpa adanya vaksin palsu, imunisasi ini disarankan (harus) diulang. Jadi bagi yang khawatir, ikut saja imunisasi ini di posyandu dan puskesmas.
  5. Diduga peredaran vaksin palsu tidak lebih dari 1% wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Ini relatif kecil secara jumlah vaksin yang beredar dan wilayah sebarannya.
  6. Dikabarkan isi palsu itu campuran antara cairan infus dan gentacimin (obat antibiotik) dan setiap imunisasi dosisnya 0,5 CC. Dilihat dari isi dan jumlah dosisnya, vaksin palsu ini dampaknya relatif tidak membahayakan.
  7. Karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli.

 

Info lebih lanjut: RS. Rumah Sehat Terpadu | Jl. Raya Parung KM 42, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor 16310 | Telp. 0251-8618651 | Fax. 0251-8610876 | Email : humas.pemasaran@rumahsehatterpadu.or.id | www.rumahsehatterpadu.or.id  (pen: um, ed: das)

968 total views, 2 views today