Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TIDAK PERLU RISAU UNTUK VAKSINASI

Nasib para orang tua kini sedang dilanda kepanikan. Bagaimana tidak, berita mengenai vaksin palsu kini merebak keberbagai daerah. Ini bermula ketika ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memproduksi dan menjual vaksin palsu. Aktivitas ini terjadi sejak 13 tahun yang lalu. Selama 13 tahun itu pula beberapa fasilitas kesehatan memberikan vaksin palsu kepada anak-anak. Meskipun dalam beberapa kasus pemberian vaksin palsu ini tidak memberikan dampak yang berarti, namun tetap saja para ibu khususnya merasa khawatir akan kondisi kekebalan tubuh sang buah hatinya.

Sebenarnya, apakah itu vaksin? Seberapa penting vaksinasi bagi anak kita? Vaksin adalah suatu bahan berupa bakteri atau virus yang telah dilemahkan yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme tertentu. Dan imuninasi adalah sebuatan bagi proses untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Pemberian vaksin ini dianggap penting. Berikut diantaranya beberapa manfaat dari pemberian vaksin, yaitu:

  1. Untuk menjaga daya tahan tubuh anak.
  2. Untuk mencegah penyakit-penyakit menular yang berbahaya
  3. Untuk menjaga anak tetap sehat
  4. Untuk mencegah kecacatan dan kematian.
  5. Untuk menjaga dan membantu perkembangan anak secara optimal

Bagaimana dengan berbagai isu yang tersebar akhir-akhir ini terkait keaslian, keamanan, dan keahalaln vaksin? Bidan Niken Desna, bidan RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, menyampaikan bahawa orangtua tidak perlu khawatir dan ragu untuk memberikan vaksinasi kepada buah hatinya karena menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 04 Tahun 2016 tentang Imunisasi, bahwa imunisasi dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya satu penyakit tertentu. Dan vaksin-vaksin yang disediakan langsung oleh pemerintah (Dinas Kesehatan)  yang didapatkan langsung dari produsen dan distributor resmi dijamin keaslian, manfaat, dan keamanannya. Insya Allah.

 Pemberian vaksin atau imunisasi lengkap sangat penting karena dapat melindungi anak dari wabah, kecacatan, dan kematian. Orangtua diharapkan melengkapi imunisasi anak mereka agar seluruh anak Indonesia terbebas dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah lewat imunisasi. Imunisasi melindungi anak-anak dari beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. “Minimal dengan imunisasi 5 dasar, yaitu 1) Hepatitis B, untuk bayi baru lahir mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak pada proses kelahira), 2) BCG, untuk mencegah kuman tuberkulosis yang menyerang paru, 3) Polio, untuk mencegah lumpuh layu, 4) Campak, untuk mencegah penyakit campak berat, dan 5) DPT-HB-HIB, untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia & meningitis,” pesan Bidan Niken kepada para orang tua.

1.      Hepatitis B 

Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Waktu pemberian: Dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 bulan, lalu saat 3 – 6 bulan. Catatan khusus: Jarak antara pemberian pertama dengan kedua minimal 4 minggu.

 2.      BCG (Bacille Calmette-Guérin)

Manfaat: Mencegah penyakit tuberkulosis atau TB (bukan lagi disingkat TBC), yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Waktu pemberian: Sejak bayi lahir. Catatan khusus: Bila mama ketinggalan dan umur si kecil sudah lebih dari 3 bulan, harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu. Uji ini untuk mengetahui apakah di dalam tubuh anak sudah terdapat bakteri penyebab TB atau tidak. BCG baru bisa diberikan, bila uji tuberkulin negatif.

3.      Polio 

Manfaat: Melindungi tubuh terhadap virus polio, yang menyebabkan kelumpuhan. Waktu pemberian: Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya, vaksin ini diberikan tiga kali, yakni saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Catatan khusus: Pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan dan 5 tahun

4.      Campak 

Manfaat: Melindungi anak dari penyakit campak yang disebabkan virus. Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak kedua diberikan pada saat anak SD kelas 1 (6 tahun). Catatan khusus: Jika belum mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan, anak bisa diberikan vaksin kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (MMR atau Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan.

5.      DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis)

Manfaat: Mencegah tiga jenis penyakit, yaitu difteri (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan  bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang lama)Waktu pemberian: Pertama kali diberikan saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Pemberian selanjutnya pada usia 4 dan 6 bulan. Catatan khusus: Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Pada usia 12 tahun, vaksin ini diberikan lagi, biasanya di sekolah.

Terkait hal ini, penyebaran vaksin palsu memang sepatutnya kita waspadai. Namun, para orang tua sebaiknya tidak perlu merasa khawatir. Seperti yang diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa peredaran vaksin palsu tersebut tidak perlu terlalu dirisaukan. Meski memang tetap harus diwaspadai, namun Kemenkes memberi petunjuk agar para orang tua tidak perlu terlalu waswas dengan hal tersebut. Melalui akun twitter resmi @KemenkesRI, Kemenkes. (pen: um, ed: das)

537 total views, 2 views today