Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Archive for July 2016

Juli 28, 201612 months ago

KENALI HEPATITIS

Disekitar kita biasanya terdapat orang-rang yang menunjukan gejala beberapa penyakit, namun tidak kita sadari. Berikut ini menunjukan gejala salah satu penyakit sepert kondisi fisik yang ditunjukan adalah nyeri dan sakit di sekitar otot, sakit kepala, sering mual, turunnya berat badan secara drastic, ikterik  atau kulit dan mata terlihat kuning, urine berwarna gelap, perut bagian atas membesar, kuku berwarna kuning, kulit berwarna kuning, dan putih mata menjadi kuning, sakit nyeri disekitar, pandangan mata kabur, dan tinja seperti adukan semen. Kondisi tersebut adalah gejala umumd ari penyakit hepatitis.

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati manusia. Di sini hati atau liver mengalami peradangan sehingga membuat fungsi hati, yang sebagai tempat penyaring racun-racun dalam darah, menjadi terganggu. Dengan terganggunya fungsi hati tersebut, maka terganggu pula fungsi organ yang lain, sehingga membuat kesehatan seseorang akan hancur secara keseluruhan. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah.

Penyebab kerusakan fungsi hati atau liver ini bisa karena seseorang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau karena termakan racun yang membebani kerja liver dan mengakibatkan fungsi hati menjadi rusak. Tetapi, pada kebanyakan kasus, hepatitis disebabkan oleh virus yang ditularkan penderita hepatitis.

Virus dapat berpindah dari seorang penderita ke orang yang sehat. Jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, virus akan menjangkiti tubuh orang yang sehat. Walau sebenarnya, virus dapat dibersihkan oleh antibodi manusia itu sendiri jika sistem kekebalan tubuhnya baik.

Ada 5 macam virus hepatitis yang dinamai sesuai abjad. Kelima virus itu adalah virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC), virus hepatitis D (VHD) dan virus hepatitis E (VHE). Virus-virus ini terus berkembang dan bahkan diperkirakan sedikitnya masih ada 3 virus lagi yang dapat menyebabkan hepatitis.

Hepatitis A

Virus hepatitis A biasanya terdapat pada kotoran si penderita, dan virus ini dapat hidup pada air atau es batu. Virus ini menyebar karena seseorang meminum air yang tercemar VHA atau mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan benar sehingga virus tetap hidup pada makanan atau bisa juga karena orang yang mempersiapkan makanan tidak mencuci tangan dengan benar terlebih dahulu, padahal mungkin saja pada tangannya terdapat virus hepatitis A. Tidak mencuci tangan sehabis menggunakan toilet juga menyebabkan virus ada pada kotoran manusia ini akhirnya berpindah.

 Hepatitis B

Virus Hepatitis B (VHB) biasanya menular melalui darah atau cairan tubuh seperti air liur, cairan vagina, atau air mani yang masuk dalam aliran darah orang sehat. Ini karena hepatitis B terdapat dalam darah dan cairan tubuh tersebut. Tranfusi darah, darah pada pisau cukur, perawatan gigi, gunting kuku, jarum suntik atau jarum yang digunakan untuk membuat tato dapat memindahkan sejumlah kecil darah yang terinfeksi virus hepatitis. Bahkan noda darah yang sudah mengering dapat menulari orang lain selama 1 minggu sejak menempel pada suatu benda. Cara lain penyebaran virus ini adalah karena terbawa sejak dari kandungan oleh seorang ibu yang terinfeksi (keturunan) dan karena hubungan seks.

Seseorang bisa tertular hepatitis B karena hal-hal berikut ini :

  • Melalui hubungan intim dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, penggunaan jarum suntik yang sebelumnya digunakan oleh orang yang terinfeksi (sering terjadi pada pecandu narkoba) juga dapat menyebabkan hepatitis B.
  • Melakukan proses pen-tatoan dengan jarum suntik yang tidak steril. Selain itu, berbagi barang pribadi seperti sikat gigi atau pisau cukur dengan orang yang telah terinfeksi.
  • Seorang bayi dapat terinfeksi melalui air susu ibunya jika si ibu telah terinfeksi lebih dulu.
  • Digigit oleh seseorang yang terinfeksi.

 Hepatitis C

Cara penularan virus ini hampir sama dengan penularan hepatitis B, tetapi pada kebanyakan orang adalah karena jarum suntik. Hepatitis C biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan darah orang yang memiliki penyakit. Hal ini disebabkan oleh virus HCV (Hepatitis C Virus). Hati bisa membengkak dan menjadi rusak. Pada hepatitis C, seperti hepatitis B, risiko kanker hati hanya meningkat pada orang yang mengalami sirosis hati (konsekuensi dari penyakit kronis hati) dan hanya 20% dari pasien hepatitis C yang mengalami sirosis. Proses pendonoran darah juga diuji untuk Hepatitis C.

Hepatitis D

Hepatitis jenis ini hanya terjadi pada orang yang sudah terinfeksi Hepatitis B. Hepatitis D disebabkan oleh virus HDV (Hepatitis D Virus). Peradangan bisa terjadi melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, hubungan intim dengan orang yang terinfeksi, dan perforasi kulit dengan jarum yang terinfeksi. Hati orang dengan Hepatitis D biasanya juga membengkak.

Hepatitis E

Seseorang dapat terinfeksi dengan meminum air yang mengandung HEV (Hepatitis E Virus). Hati membengkak tetapi tidak ada konsekuensi jangka panjang. Penularan juga dimungkinkan melalui hubungan intim.

Hepatitis X

Hepatitis yang tidak dapat dikaitkan dengan virus hepatitis A, B, C, D, atau E, maka hal itu disebut dengan Hepatitis X. Dengan kata lain, hepatitis yang tidak diketahui virusnya.

Hepatitis G

Ini adalah jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus Hepatitis G (HGV). Biasanya tidak ada gejala, dan kalaupun ada, maka gejalanya sangat ringan.

# diperoleh dari berbagai sumber

846 total views, no views today

Juli 27, 20161 year ago

HARI ANAK NASIONAL, BIASAKAN PHBS PADA ANAK SEJAK DINI

PHBS merupakan singkatan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai upaya agar dirinya sehat dan aktif membantu kesehatan masyarakat di sekitarnya. PHBS memang sepertinya mudah dikatakan tapi penerapannya sangat sulit karena membutuhkan kesadaran dan kesungguhan akan pentingnya menjaga kesehatan. Semua perilaku manusia sebenarnya pasti punya pengaruh terhadap kesehatan, apapun bentuknya, mulai dari makan, tidur, mandi, berpakaian, sampai cara belajar, hanya saja diprioritaskan mana perilaku yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Pada anak usia 6-12 tahun PHBS dilakukan tidak hanya di lingkungan rumah tapi juga di lingkungan sekolah. PHBS pada usia dini baik untuk mendidik dan menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sebagai upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Sangat penting bagi para orangtua untuk membiasakan sejak dini kepada si kecil untuk PHBS ini. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, maka momen ini dapat dijadikan pengingat bahwa pentingya si kecil untuk mendapatkan kesehatan yang sangat layak. Hal ini diperoleh hanya melalui orangtua yang membiasakannya sejak dini. Upaya PHBS yang dapat dilakukan pada usia anak-anak diantaranya

1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dengan sabun

Mencuci tangan dilakukan setiap selesai beraktivitas apakah itu membantu orang tua atau bermain serta setiap sebelum makan. Mencuci tangan yang baik adalah mencuci tangan di air yang mengalir, tujuannya agar kotoran dari hasil cuci sebelumnya tidak ikut digunakan saat membilas, karena jika membilas dengan air kotoran bekas mencuci maka kotorannya kan kembali menempel di tangan. Mencuci tangan juga sebaiknya dilakukan dengan sabun dengan tujuan agar kuman-kuman penyakit bisa lebih mudah diangkat dan dibunuh.

Cara cuci tangan yang baik adalah dengan menggunakan sabun dan air bersih mengalir karena kuman mudah menempel di kedua telapak tangan, terutama di bawah kuku jari. Selalu cuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir pada saat:
Sebelum dan sesudah makan.
Sesudah melakukan kegiatan (berolah raga, memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll) dan memegang sarana umum (seperti pegangan bis, gagang pintu, dll).
Sesudah buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK).

2. Makan sayur buah dan daging

Makan tidak hanya cukup dengan nasi, utamakan makan dengan sayuran, jika bisa lauknya bervariasi setiap harinya. Makan yang sehat bukan berarti makan yang mewah yang penting lengkap, ada nasi, sayur, daging, dan buah jika perlu tambahkan susu. Belajarlah untuk menyukai makan sayur sejak kecil.

3. Jajan di kantin sekolah yang sehat

Saat di sekolah, pilihlah jajanan yang sehat, jajan yang sehat itu adalah jajan yang bersih dan jauh dari jangkauan lalat. Jajan makanan yang banyak dihinggapi lalat bisa menyebabkan diare karena lalat yang tadinya hinggap di kotoran akan membawa kuman penyakit pada makanan yang akan ia hinggapi.

4. Menggosok gigi secara teratur

Menjaga kesehatan mulut dan gigi penting terutama saat masa pergantian dari gigi susu. Cara yang paling mudah menjaga kesehatan mulut dan gigi adalah dengan menggosok gigi secara teratur. Menggosok gigi sebaiknya dilakukan setiap selesai makan dan sebelum tidur karena saat itulah kuman berkembang dengan cepat dan berpotensi merusak gigi.

5. Mandi dan keramas teratur

Mandi penting agar kulit terhindar dari penyakit jamur seperti kada dan kurap. Mandi bisa dilakukan 2 kali sehari atu jika kekurangan air 1 kali sehari cuku, sedangkan keramas sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali. Keramas bertujuan agar rambut tetap sehat dan menghindari tumbuhnya kutu dan jamur

6. Membuang sampah pada tempatnya

Sampah merupakan tempat berkembangnya lalat dan kuman penyakit, dengan mengurangi jumlah sampah berarti juga mengurangi lalat dan bibit penyakit. Cara mengurangi jumlah sampah yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya, jika perlu pisahkan antara sampah plastik, kaca, kaleng, dan daun-daunan (organik) dengan membuang dan memisahkan sampah, maka akan mempermudah pengelolaannya, sampah plastik, kaca dan kaleng bisa dijual dan didaur ulang sedangkan sampah daun bisa dijadikan pupuk atau dibakar saja.

7. Tidak merokok

Saat ini banyak kasus di mana anak-anak sudah bisa merokok, mereka merokok karena melihat orang tua atau kakaknya yang juga perokok. Merokok sama sekali tidak memiliki dampak positif, tapi dampak negatifnya sangat banyak mulai dari segi kesehatan dan juga keuangan, uang jajan bisa terpotong hanya untuk membeli rokok, alangkah baiknya jika uang rokok itu dibelanjakan untuk makan atau keperluan sekolah, karena itu jika ada orang dewasa yang menawari rokok, sebaiknya langsung menghindar jika perlu bantu menyadarkan orang tua dan kakak akan bahaya rokok.

8. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan

Mengukur tinggi dan berat badan penting untuk memantau pertumbuhan sehingga apabila terjadi kekurangan gizi bisa cepat ditangani.

9. Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah

Olahraga bertujuan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat, olahraga seperti senam memang terlihat sepele tapi sebenarnya memiliki manfaat yang besar karena melatih otot tubuh agar tidak kaku selain untuk mendapatkan udara segar dan sinar matahari pagi sebagai sumber vitamin D.

10. Memberantas jentik nyamuk secara rutin

Jika di sekolah atau rumah ada bak penampungan air seperti gebeh atau bak mandi sebaiknya rajin dikuras setiap minggu agar tidak menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.

11. Buang air besar dan buang air kecil di jamban sekolah

Buang air besar di jamban bertujuan agar kotoran tidak dihinggapi lalat selain untuk mencegah bau dan pemandangan yang tidak sedap.

12. Tidur yang cukup

Tidur yang baik anak usia 6-12 tahun adalah selama 9-10 jam, tidur bisa dilakukan mulai jam 9 malam sampai jam 6 pagi, sedangkan jamnya lagi untuk tidur siang setiap selesai mengerjakan tugas di sekolah. Saat tidur di malam hari sebaiknya dengan mematikan lampu, selain menghemat listrik tidur tanpa nyala lampu membuat tubuh lebih cepat beristirahat.

#diperoleh dari berbagai sumber

*materi ini disiarkan di Disaster Radio Swaracinta Dompet Dhuafa 107.7 FM #inspirasiuntukdunia bersama Dessy Marlinda Cahaya, ahli teknologi laboratorium RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa

418 total views, no views today

Juli 25, 20161 year ago

DONY SELAMAT DARI KRITIS

Bayi Dony lahir pada tanggal 4 Maret 2016 lalu. Tiga minggu setelah lahir, orang tua Dony Ibrahim membawa Dony ke klinik di dekat rumahnya karena suhu tubuh Dony meningkat. Mereka pun pulang dengan membawa obat dari resep dokter. Kedua kalinya selang beberapa hari kemudian, Dony demam kembali dan di bawa ke klinik yang berbeda. Kali itu, Dony pun diberi obat dari resep dokter klinik. Setelah obat diminumkan kepada si bayi, suhu tubuh mereda. Tetapi lama kelamaan, nampak keanehan pada Dony. Suhu tubuhnya kian lama kian turun, badannya mendingin. Orang tua mana yang tidak khawatir melihat anaknya kehilangan kesadaran. Sontak ayah Dony, Adam (36), langsung membawa Dony ke rumah sakit swasta di bilangan Depok. Dony didiagnosa mengalami henti napas, dan segera dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) terhitung 4 April 2016.

Sembilan belas hari Dony dirawat dengan pengawasan intensif dalam inkubator. Kondisinya belum banyak berubah. Dony terindikasi mengalami pendarahan di otaknya dan disarankan untuk menjalani operasi. Tetapi Adam tidak bisa mengambil keputusan. Apa yang bisa ia gunakan untuk membiayai operasi tersebut? Pikirannya masih terpaku bagaiamana melunasi hutang biaya sejumlah Rp 99.231.493,00. Ditambah lagi ia pun sudah melepas pekerjaannya sebagai supir pribadi karena harus mengurus perawatan dan pengobatan anaknya.

Dikarenakan oleh biaya operasi yang besar dan pihak rumah sakit tidak dapat melayani pengobatan atas jaminan BPJS, dan atas saran Dinas Sosial setempat, rumah sakit akhirnya merujuk Dony ke rumah sakit umum daerah di daerah Jakarta Utara  agar dapat ditangani lebih lanjut. Alhamdulillah, Dony akhirnya menjalani CT Scan dan operasi pembedahan tulang tengkorak subdural (kraniotomi). Kondisinya pun membaik, namun masih harus rutin rawat jalan untuk kontrol perkembangannya ke RSUD.

Adam dan istrinya tentu bahagia melihat anak pertamanya bisa tersenyum kembali setelah sebulan tidak sadarkan diri. Tetapi kebahagiaan itu pun harus disertai kegamangan memikirkan cara bagaimana melunasi tunggakan biaya rawat inap NICU sebelum dioperasi yang nilainya puluhan juta rupiah, serta biaya pengoabatan kontrol anaknya. Juga memikirkan bagaimana tumbuh kembang anaknya setelah operasi tersebut. Sebagai ayah, Adam menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Apa pun akan ia lakukan, walau ia pun masih bingung bagaimana mencari pekerjaan yang masih memungkinkan dirinya untuk tetap mondar-mandir rumah sakit untuk mengobati anaknya.

Tentu tidak ada yang mustahil bagi Allah, Rabb Yang Maha Kaya. Uluran tangan dermawan bisa jadi jembatan pertolongan Allah bagi Dony. Donasi untuk Dony dapat disalurkan melalui RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Informasi lebih kanjut dapat menghubungi customer service di (0251) 8618651 dan layanan SMS Donasi di 0877 0992 3187.

402 total views, no views today

Juli 22, 20161 year ago

ANTRI TANPA MENGANTRI

Apa yang pertama kali dibayangkan ketika kita disarankan untuk berobat ke rumah sakit? Banyak dari kita malas untuk berobat ke rumah sakit, apalagi rumah sakit besar seperti RSUD atau rumah sakit yang menerima pengobatan dengan jaminan kesehatan pemerintah (BPJS salah satunya), karena harus lama mengantri saat mendaftar maupun menunggu kedatangan dokter. Terutama di hari-hari dan jam-jam padat antrian, seperti pada awal pekan dan pada kisaran pukul 08.00 – 11.00 WIB, dimana lobi ruang tunggu di bagian administrasi akan dipadati oleh pasien yang daftar berobat. Sehingga, tidak sedikit juga masyarakat yang lebih memilih untuk berobat di klinik umum atau langsung ke tempat praktik dokter spesialis di luar spesialis. Pasien termasuk keluarga pasien tentunya akan jenuh menunggu dipanggil antrian, apalagi pasien yang saat itu harus menahan rasa sakit juga.

Tetapi, bayangan itu dapat dihapuskan jauh-jauh jika Anda berobat ke RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, rumah sakit gratis bagi dhuafa. “Kami selalu berupaya untuk membuat pasien dan keluarga pasien merasa beban sakitnya teringankan, salah satunya dengan mempermudah prosedur pendaftaran,” tutur Shifa Fauziah, Koordinator Admission. Berusaha agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas waktunya, yaitu agar dokter tidak menunggu pasien di jam praktiknya dan agar pasien tidak berkali-kali mengantri, yakni di pendafataran, di ruang dokter, di apotek, dan di loket administrasi billing, serta agar tidak ada penumpukan pasien di jam-jam tertentu, terutama di pada pukul 08.00 – 11.00 WIB.

antri tanpa mengantri - image (2)

Rumah sakit ini mempunyai alur waktu pendaftaran yang terbagi menjadi 3 jenis, yaitu pendaftaran untuk  hari H, H-1, dan H-7 untuk semua poliklinik. Dengan demikian, seorang pasien yang rutin berobat di RS Rumah Sehat Terpadu DD dapat mendaftar hanya 1 kali seminggu untuk serangkaian pengobatan dalam seminggu. Pendaftaran dibuka setiap hari Minggu pada pekan tersebut, dibuka 24 jam dengan pembagian waktu: pukul 00.00 – 12.00 untuk pendaftaran pasien hari H dan pukul 12.00 – 24.00 untuk pendaftaran pasien H-1 dan H-7. Pasien pun dapat diwakilkan oleh pihak keluarga atau orang yang dipercaya jika ingin mendaftar untuk berobat di H-1 dan H-7, sehingga pasien tidak perlu bersusah payah bolak-balik ke rumah sakit. Metode  ini dirasa sangat mempermudah pasien untuk mendapatkan nomor antrian lebih awal. Bahkan kedepannya, RS Rumah Sehat Terpadu DD berwacana untuk membuka pendaftaran online ataupun pendaftaran via telepon untuk pasien umum. (pen: das)

589 total views, no views today

Pages:12Next »