Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

DONY SELAMAT DARI KRITIS

Bayi Dony lahir pada tanggal 4 Maret 2016 lalu. Tiga minggu setelah lahir, orang tua Dony Ibrahim membawa Dony ke klinik di dekat rumahnya karena suhu tubuh Dony meningkat. Mereka pun pulang dengan membawa obat dari resep dokter. Kedua kalinya selang beberapa hari kemudian, Dony demam kembali dan di bawa ke klinik yang berbeda. Kali itu, Dony pun diberi obat dari resep dokter klinik. Setelah obat diminumkan kepada si bayi, suhu tubuh mereda. Tetapi lama kelamaan, nampak keanehan pada Dony. Suhu tubuhnya kian lama kian turun, badannya mendingin. Orang tua mana yang tidak khawatir melihat anaknya kehilangan kesadaran. Sontak ayah Dony, Adam (36), langsung membawa Dony ke rumah sakit swasta di bilangan Depok. Dony didiagnosa mengalami henti napas, dan segera dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) terhitung 4 April 2016.

Sembilan belas hari Dony dirawat dengan pengawasan intensif dalam inkubator. Kondisinya belum banyak berubah. Dony terindikasi mengalami pendarahan di otaknya dan disarankan untuk menjalani operasi. Tetapi Adam tidak bisa mengambil keputusan. Apa yang bisa ia gunakan untuk membiayai operasi tersebut? Pikirannya masih terpaku bagaiamana melunasi hutang biaya sejumlah Rp 99.231.493,00. Ditambah lagi ia pun sudah melepas pekerjaannya sebagai supir pribadi karena harus mengurus perawatan dan pengobatan anaknya.

Dikarenakan oleh biaya operasi yang besar dan pihak rumah sakit tidak dapat melayani pengobatan atas jaminan BPJS, dan atas saran Dinas Sosial setempat, rumah sakit akhirnya merujuk Dony ke rumah sakit umum daerah di daerah Jakarta Utara  agar dapat ditangani lebih lanjut. Alhamdulillah, Dony akhirnya menjalani CT Scan dan operasi pembedahan tulang tengkorak subdural (kraniotomi). Kondisinya pun membaik, namun masih harus rutin rawat jalan untuk kontrol perkembangannya ke RSUD.

Adam dan istrinya tentu bahagia melihat anak pertamanya bisa tersenyum kembali setelah sebulan tidak sadarkan diri. Tetapi kebahagiaan itu pun harus disertai kegamangan memikirkan cara bagaimana melunasi tunggakan biaya rawat inap NICU sebelum dioperasi yang nilainya puluhan juta rupiah, serta biaya pengoabatan kontrol anaknya. Juga memikirkan bagaimana tumbuh kembang anaknya setelah operasi tersebut. Sebagai ayah, Adam menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Apa pun akan ia lakukan, walau ia pun masih bingung bagaimana mencari pekerjaan yang masih memungkinkan dirinya untuk tetap mondar-mandir rumah sakit untuk mengobati anaknya.

Tentu tidak ada yang mustahil bagi Allah, Rabb Yang Maha Kaya. Uluran tangan dermawan bisa jadi jembatan pertolongan Allah bagi Dony. Donasi untuk Dony dapat disalurkan melalui RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Informasi lebih kanjut dapat menghubungi customer service di (0251) 8618651 dan layanan SMS Donasi di 0877 0992 3187.

536 total views, 1 views today

Related posts