Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

HARI ANAK NASIONAL, BIASAKAN PHBS PADA ANAK SEJAK DINI

PHBS merupakan singkatan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai upaya agar dirinya sehat dan aktif membantu kesehatan masyarakat di sekitarnya. PHBS memang sepertinya mudah dikatakan tapi penerapannya sangat sulit karena membutuhkan kesadaran dan kesungguhan akan pentingnya menjaga kesehatan. Semua perilaku manusia sebenarnya pasti punya pengaruh terhadap kesehatan, apapun bentuknya, mulai dari makan, tidur, mandi, berpakaian, sampai cara belajar, hanya saja diprioritaskan mana perilaku yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Pada anak usia 6-12 tahun PHBS dilakukan tidak hanya di lingkungan rumah tapi juga di lingkungan sekolah. PHBS pada usia dini baik untuk mendidik dan menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sebagai upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Sangat penting bagi para orangtua untuk membiasakan sejak dini kepada si kecil untuk PHBS ini. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, maka momen ini dapat dijadikan pengingat bahwa pentingya si kecil untuk mendapatkan kesehatan yang sangat layak. Hal ini diperoleh hanya melalui orangtua yang membiasakannya sejak dini. Upaya PHBS yang dapat dilakukan pada usia anak-anak diantaranya

1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dengan sabun

Mencuci tangan dilakukan setiap selesai beraktivitas apakah itu membantu orang tua atau bermain serta setiap sebelum makan. Mencuci tangan yang baik adalah mencuci tangan di air yang mengalir, tujuannya agar kotoran dari hasil cuci sebelumnya tidak ikut digunakan saat membilas, karena jika membilas dengan air kotoran bekas mencuci maka kotorannya kan kembali menempel di tangan. Mencuci tangan juga sebaiknya dilakukan dengan sabun dengan tujuan agar kuman-kuman penyakit bisa lebih mudah diangkat dan dibunuh.

Cara cuci tangan yang baik adalah dengan menggunakan sabun dan air bersih mengalir karena kuman mudah menempel di kedua telapak tangan, terutama di bawah kuku jari. Selalu cuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir pada saat:
Sebelum dan sesudah makan.
Sesudah melakukan kegiatan (berolah raga, memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll) dan memegang sarana umum (seperti pegangan bis, gagang pintu, dll).
Sesudah buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK).

2. Makan sayur buah dan daging

Makan tidak hanya cukup dengan nasi, utamakan makan dengan sayuran, jika bisa lauknya bervariasi setiap harinya. Makan yang sehat bukan berarti makan yang mewah yang penting lengkap, ada nasi, sayur, daging, dan buah jika perlu tambahkan susu. Belajarlah untuk menyukai makan sayur sejak kecil.

3. Jajan di kantin sekolah yang sehat

Saat di sekolah, pilihlah jajanan yang sehat, jajan yang sehat itu adalah jajan yang bersih dan jauh dari jangkauan lalat. Jajan makanan yang banyak dihinggapi lalat bisa menyebabkan diare karena lalat yang tadinya hinggap di kotoran akan membawa kuman penyakit pada makanan yang akan ia hinggapi.

4. Menggosok gigi secara teratur

Menjaga kesehatan mulut dan gigi penting terutama saat masa pergantian dari gigi susu. Cara yang paling mudah menjaga kesehatan mulut dan gigi adalah dengan menggosok gigi secara teratur. Menggosok gigi sebaiknya dilakukan setiap selesai makan dan sebelum tidur karena saat itulah kuman berkembang dengan cepat dan berpotensi merusak gigi.

5. Mandi dan keramas teratur

Mandi penting agar kulit terhindar dari penyakit jamur seperti kada dan kurap. Mandi bisa dilakukan 2 kali sehari atu jika kekurangan air 1 kali sehari cuku, sedangkan keramas sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali. Keramas bertujuan agar rambut tetap sehat dan menghindari tumbuhnya kutu dan jamur

6. Membuang sampah pada tempatnya

Sampah merupakan tempat berkembangnya lalat dan kuman penyakit, dengan mengurangi jumlah sampah berarti juga mengurangi lalat dan bibit penyakit. Cara mengurangi jumlah sampah yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya, jika perlu pisahkan antara sampah plastik, kaca, kaleng, dan daun-daunan (organik) dengan membuang dan memisahkan sampah, maka akan mempermudah pengelolaannya, sampah plastik, kaca dan kaleng bisa dijual dan didaur ulang sedangkan sampah daun bisa dijadikan pupuk atau dibakar saja.

7. Tidak merokok

Saat ini banyak kasus di mana anak-anak sudah bisa merokok, mereka merokok karena melihat orang tua atau kakaknya yang juga perokok. Merokok sama sekali tidak memiliki dampak positif, tapi dampak negatifnya sangat banyak mulai dari segi kesehatan dan juga keuangan, uang jajan bisa terpotong hanya untuk membeli rokok, alangkah baiknya jika uang rokok itu dibelanjakan untuk makan atau keperluan sekolah, karena itu jika ada orang dewasa yang menawari rokok, sebaiknya langsung menghindar jika perlu bantu menyadarkan orang tua dan kakak akan bahaya rokok.

8. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan

Mengukur tinggi dan berat badan penting untuk memantau pertumbuhan sehingga apabila terjadi kekurangan gizi bisa cepat ditangani.

9. Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah

Olahraga bertujuan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat, olahraga seperti senam memang terlihat sepele tapi sebenarnya memiliki manfaat yang besar karena melatih otot tubuh agar tidak kaku selain untuk mendapatkan udara segar dan sinar matahari pagi sebagai sumber vitamin D.

10. Memberantas jentik nyamuk secara rutin

Jika di sekolah atau rumah ada bak penampungan air seperti gebeh atau bak mandi sebaiknya rajin dikuras setiap minggu agar tidak menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.

11. Buang air besar dan buang air kecil di jamban sekolah

Buang air besar di jamban bertujuan agar kotoran tidak dihinggapi lalat selain untuk mencegah bau dan pemandangan yang tidak sedap.

12. Tidur yang cukup

Tidur yang baik anak usia 6-12 tahun adalah selama 9-10 jam, tidur bisa dilakukan mulai jam 9 malam sampai jam 6 pagi, sedangkan jamnya lagi untuk tidur siang setiap selesai mengerjakan tugas di sekolah. Saat tidur di malam hari sebaiknya dengan mematikan lampu, selain menghemat listrik tidur tanpa nyala lampu membuat tubuh lebih cepat beristirahat.

#diperoleh dari berbagai sumber

*materi ini disiarkan di Disaster Radio Swaracinta Dompet Dhuafa 107.7 FM #inspirasiuntukdunia bersama Dessy Marlinda Cahaya, ahli teknologi laboratorium RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa

603 total views, 1 views today

Related posts