Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

VAKSIN PENCEGAH KANKER SERVIKS

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit kanker yang menakutkan bagi para perempuan.  Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual yaitu Human Papilloma Virus (HPV). HPV adalah nama yang diberikan untuk keluarga virus. Berbagai jenis HPV ada yang digolongkan sebagai faktor risiko tinggi menyebabkan kanker serviks (HPV tipe 16 dan 18) dan ada yang  berisiko rendah (HPV tipe 6 dan 11), yang dapat menyebabkan kutil atau verrucas. Infeksi HPV pada perempuan bisa menyebabkan pertumbuhan sel pada serviks yang abnormal dan pada sebagian perempuan, gangguan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi kanker serviks.

Dalam 99% kasus, kanker serviks terjadi sebagai akibat dari riwayat infeksi dengan jenis risiko tinggi HPV. Seringkali, infeksi HPV tidak menimbulkan gejala, sehingga sulit untuk dibedakan penderita yang terinfeksi dan yang dalam keadaan normal. Baru ditemui bahwa kanker serviks ketika sudah memasuki stadium akhir, inilah yang menyebabkan kanker serviks dapat menjadi pemicu terjadinya gangguan kesehatan lainnya.

Beberapa upaya atau prilaku hidup bersih sehat (PHBS) untuk pencegahan agar tidak terserang kanker serviks adalah dengan berhubungan intim yang sehat, tidak berganti-ganti pasangan dan menjaga pola hidup sehat. Perempuan perokok dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks begitupula dengan perempuan yang sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang akan meningkatkan risiko kanker serviks.

Selain PHBS pencegahan yang dilakukan, upaya  untuk menghentikan penyebaran virus HPV penyebab kanker serviks dapat pula dengan melakukan vaksin kanker serviks yang bertujuan untuk melindungi diri dari infeksi HPV dan mencegah penularan virus tersebut.

Terdapat dua vaksin kanker serviks yang sudah memiliki ijin Food and Drug Administration (FDA) persetujuan di AS yaitu : Gardasil, untuk anak perempuan dan anak laki-laki, dan Cervarix, untuk anak perempuan saja. Kedua vaksin dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks jika diberikan sebelum seorang gadis atau wanita yang terkena virus.

Selain itu, kedua vaksin tersebut dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada perempuan, dan Gardasil dapat mencegah kutil kelamin dan kanker dubur pada perempuan dan laki-laki. Secara teori, vaksinasi anak laki-laki terhadap HPV juga dapat membantu melindungi anak dari virus dengan kemungkinan penurunan transmisi.

Berikut ini penjelasan lebih lengkap tentang jenis vaksin HPV yang kini dapat dimanfaatkan, yaitu:

  • Jenis pertama yaitu Cervarix. Umumnya digunakan untuk mencegah kanker serviks dan pra vaksin jenis ini akan mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker. Vaksin HPV ini ditujukan hanya untuk perempuan.
  • Jenis kedua yaitu Gardasil. Digunakan untuk mencegah kanker dan pra kanker serviks, vulva, vagina dan anus. Selain mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18, juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin. Untuk laki-laki, penggunaan vaksin ini dapat dilakukan pada usia 9-26 tahun.
  • Jenis terakhir yaitu Gardasil 9. Cakupan pencegahan infeksi HPV dari vaksin ini lebih luas dari Gardasil sebelumnya, yaitu termasuk HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, dan HPV-58 yang terkait erat sebagai penyebab kanker serviks. Untuk laki-laki, Gardasil 9 dapat digunakan untuk usia 9-15 tahun.

Vaksin diberikan diberikan pada anak perempuan dan anak laki-laki usia remaja yaitu 11-12 tahun, meskipun dapat diberikan sejak usia 9 tahun. Sangat penting menerima vaksin sebelum mereka memiliki kontak seksual dan terpapar infeksi HPV. Vaksin yang diberikan pada perempuan yang berusia 9-26 tahun akan menimbulan perlindungan mencapai 100%, sedangkan apabila vaksin diberikan  pada perempuan di atas usia 26 thn, maka hasil perlindungan yang didapatkan tergantung dari besarnya paparan HPV yang telah terjadi. Vaksin ini disuntikkan pada otot, biasanya pada lengan bagian atas.

Untuk pemberian vaksin kanker serviks direkomendasikan sebanyak tiga dosis dengan tiga kali pemberian dalam waktu  6 bulan. Dosis vaksin kedua diberikan satu atau dua bulan setelah vaksin pertama. Dan dosis vaksin ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Ketiga dosis vaksin tersebut diyakini sebagai perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika saat remaja dosis vaksin belum lengkap, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melengkapi dosis vaksin.

vaksin pencegah kanker serviks - image (2)

Tidak hanya perempuan, pria pun dapat memperoleh manfaat dari vaksin HPV.  Bagi kaum pria, virus HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus serta kanker tenggorokan, selain dari kanker serviks.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum dilakukan vaksin kanker serviks adalah tidak sedang hamil,  sebaiknya tidak dilakukan bila sedang berencana untuk hamil dalam waktu dekat, tidak sedang sakit seperti flu, demam atau sakit berat lainnya) dan bagi yang telah aktif secara seksual namun belum pernah melakukan tes Pap Smear sebaiknya melakukan tes terlebih dahulu.

Efek samping vaksinasi HPV umumnya terjadi sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek yang sering dikeluhkan seperti bengkak, nyeri dan kemerahan di sekitar lokasi suntikan serta sakit kepala. Selain itu efek samping yang tidak terlalu sering ditemukan yaitu berupa demam, mual dan rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki hingga munculnya ruam merah yang gatal. Kemudian, ada pula efek sangat jarang terjadi yaitu terhambatnya saluran pernapasan dan kesulitan bernapas.

Meski terbilang sangat jarang terjadi, vaksin HPV juga kemungkinan dapat memicu reaksi alergi yang parah atau dikenal dengan alergi anafilaksis yang mengancam keselamatan jiwa. Konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk memperoleh vaksin kanker serviks. Minta informasi lengkap guna membuat pertimbangan yang tepat mengenai manfaat yang dapat diperoleh dan risiko efek samping yang ada.

Imunisasi HPV yang luas dalam suatu wilayah atau negara, dapat mengurangi dampak kanker serviks di seluruh dunia. Seperti yang dikutip dari Mayo Clinik , vaksin kanker serviks yang dibahas oleh Bobbie S. Gostout, MD, seorang ahli infeksi HPV dan ahli bedah ginekologi di Mayo Clinic, Rochester, Minn.

Meskipun sudah melakukan vaksin kanker serviks, tetap harus melakukan tes Pap Smear. Vaksin kanker serviks tidak ditujukan untuk menggantikan tes Pap Smear, karena tes Pap Smear merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan

Oleh : dr Yahmin Setiawan, MARS

# dari berbagai sumber

962 total views, 1 views today

Related posts