Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

EKO (PASIEN POLIKLINIK MATA): SAYA ORANG PALING BERUNTUNG

“Saya orang paling beruntung terhadap keberadaan RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa melalui dokter spesialis mata, dr. Shinta Yoneva,” ucap Eko Nuryadi di akun media sosial RS RST DD.

Sejak Oktober 2016 lalu, alhamdulillah RS Rumah Sehat Terpadu kembali membuka layanan poliklinik spesialis mata dengan bergabungnya dr. Shinta Yoneva, Sp.M. Poliklinik Spesial Mata hadir setiap hari Senin dan Rabu pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai. Rumah sakit ini pun kian terasa manfaatnya bagi masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan mata seperti rabun senja dan katarak.

Ditambah dengan adanya fasilitas BPJS, penderita katarak tidak perlu khawatir soal operasi pengobatan katarak. Karena biaya pengobatan sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. Asuransi BPJS Kesehatan juga memberikan kemudahan dalam pengadaan kacamata miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), maupun presbiopi (mata tua), tentunya dengan prosedur  yang diberlakukan BPJS Kesehatan.

Nikmat kesehatan mata adalah nikmat Allah yang tak kan terbayar oleh apapun. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud dalam hadits, Rasulullah saja senantiasa berdoa setiap pagi dan petang untuk memohon kesehatan raga, penglihatan, dan pendengaran,

اللهم عافنى فى بدنى, اللهم عافنى فى سمعي, اللهم عافنى فى بصري

Allahumma ‘afini fi badani. Allaahuma ‘afini fi sam’i. Allahumma ‘afini fi bashari. Laa ilaaha illa anta

“Ya Allah, sehatkanlah badanku; Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku; Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku; Tiada Tuhan selain Engkau.” (HR. Abu Daud)

Bisa melihat dengan cerah kembali setelah dikaburkan oleh bayang katarak, merupakan kebahagiaan yang luar biasa. Inilah yang dirasakan oleh Eko Nuryadi (54 tahun), pasien katarak di RS RST DD. Setelah 5 tahun Eko mengeluh pandangannya buram, hingga Eko memutuskan untuk berkonsultasi kepada dokter mata. Dokter menyatakan kedua matanya mengalami katarak dan sebaiknya segera dioperasi. Terkejut, yang pertama kali ia rasakan. Namun berkat didukung dan didampingi oleh istrinya, Eko yakin untuk dioperasi. Harapan sederhana, ingin melihat kembali.

“Alhamdulillah setelah cek darah di laboratorium RS Rumah Sehat Terpadu, hasilnya sehat semua. Selasa, 14 Februari 2017, mata kiri saya dioperasi. Berkat ketekunan, kesabaran, kehati-hatian, & keahlian dr. Shinta mata kiri saya berhasil dioperasi. Sepuluh hari pasca operasi, alhamdulillah berkat bantuan dr. Shinta, Allah SWT memberi kesempatan pada mata kiri saya bisa melihat kembali,” tuturnya bahagia. Rutin kontrol dan mengikuti anjuran dokter serta perawat, Eko tekun berobat. Mata kanannya pun dioperasi pada Selasa, 4 April 2017 yang lalu.

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” (QS. Asy-Syu’ara: 20)

“Saya sempat merasa tak mampu menjalani operasi ketika mendengat jeritan mesin. Tapi begitu pada gilirannya jeritan suara mesin tak terdengar dan cepat sekali,” Eko menceritakan pengalamannya. Operasi katarak di RS RST DD menggunakan metode facoemulsi, yang lebih cepat dari metode operasi katarak konvensional. Hanya butuh waktu kurang lebih 20 menit, untuk sekali operasi katarak. “Dan 3 hari kemudian, mata kanan sudah bisa melihat meskipun belum sempurna dan masih kontrol. Terima kasih RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa telah mengijinkan menggunakan BPJS KANTOR dengan GRATIS juga dokter spesialis mata, dr. Shinta Yoneva. Hanya Allah SWT membalas semuanya. Aamiin,” sambungnya. (pen: das)

456 total views, 3 views today

Related posts