Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

DONOR DARAH DI BULAN RAMADHAN: SEHAT SEKALIGUS BERAMAL

BOGOR (14/7) – Menjelang berbuka, puluhan pengunjung dan karyawan rumah sakit mengantri di pojok donor darah di Ruang Tunggu Poliklinik Lantai 1 RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa (RS RST DD). Seratus kantong darah telah disiapkan oleh Tim Donor Darah PMI Kota Bogor. Kebanyakan dari mereka adalah pendonor yang rutin mendonorkan darahnya di RS RST DD.  Antusiasme yang tinggi ini muncul dari kesadaran akan besarnya manfaat donor darah bagi kesehatan dan sosial. “Alhamdulillah saya rutin donor darah di RST setiap 3 bulan,” tutur Cahya, salah seorang pendonor.

Aksi donor darah kali ini istimewa, karena bertepatan dengan Hari Donor Darah Dunia – 14 Juni dan bertambah istimewa dalam momen bulan mulia bulan Ramadhan 1438 H.  Hari Donor Darah Dunia atau World Blood Donor Day tahun ini WHO mengambil tema “What can you do? Give blood. Give now. Give often.” Fokus pada pentingnya donor darah di saat gawat darurat, seperti bencana alam dan peperangan. Tidak ada yang bisa menduga kapan perisitiwa itu akan tepat terjadi. Oleh karenyanya Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menghimbau masyarakat dunia untuk berdonor darah, sebelum kita tahu bahwa korban telah berjatuhan.

Bagaimana dengan mendonorkan darah saat berpuasa dari segi fiqih Islam? Apakah akan membatalkan puasa? Hukum ini diqiyaskan dengan berbekam, karena sama-sama mengeluarkan darah dari tubuh. Diyakinkan dengan konsultasi bersama Ustadz Sudirman Lubis, Lc, Imam Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa, mendonorkan darah di saat berpuasa tidak membatalkan puasa. Jika setelah donor darah badan terasa pusing (berlebihan), mual, sampai muntah, berarti bagi pendonor dan petugas donor darah puasanya batal, seperti apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw: “Orang yang melakukan bekam dan yang dibekam batal puasanya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ad Darimi).

Dan menurut jumhur ulama pun (Imam Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi’i), berbekam tidak membatalkan puasa. Begitu pula yang difatwakan oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) bahwa donor darah itu dibolehkan asalkan tidak menimbulkan bahaya dan akibat buruk terhadap si pendonor setelah melakukan donor darah sehingga ia harus membatalkan puasanya. Dengan melihat hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudri. Beliau radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan (rukhsoh) bagi orang yang berpuasa untuk mencium istrinya dan berbekam.” (HR. Ad Daruquthni, An Nasa’i, dan Ibnu Khuzaimah).

Pemeriksaan kesehatan meliputi berat badan, tekanan darah, dan kadar Hb darah oleh dr. Rani dan Tim Donor Darah PMI Kota Bogor di Aksi Donor Darah Ramadhan RS RST DD

Pemeriksaan kesehatan meliputi berat badan, tekanan darah, dan kadar Hb darah oleh dr. Rani dan Tim Donor Darah PMI Kota Bogor di Aksi Donor Darah Ramadhan RS RST DD

Tidak usah ragu untuk mendonor saat kita berpuasa, itu pula yang disampaikan oleh dr. Rani, dokter relawan PMI Kota Bogor yang bertugas di Aksi Donor Darah RS RST DD kali ini. Tim Donor Darah PMI sendiri memplotkan waktu donor darah pada sore hari menjelang berbuka sampai malam setelah berbuka. “Justru menyehatkan dan menjadi ladang amal baik bagi kita kan?! Apalagi di bulan Ramadhan, yang pahalanya berlipat ganda,” sambungnya. Jikapun donor memang harus dilakukan pada siang hari dan sangat dibutuhkan, tidaklah membatalkan puasa selama tidak mengganggu ibadah puasanya seperti yang telah disebutkan tadi. “Khusus di bulan Ramadhan, roadshow donor PMI biasanya dilakukan sore hari,” ujar Yati, koordinator tim.

Donor darah sendiri membantu tubuh melakukan proses regenerasi darah dan menjaga kestabilan zat besi dalam darah sehingga jantung akan menjadi lebih sehat. Setiap tiga bulan, darah akan beregenerasi, sehingga disarankan untuk rutin berdonor setiap 3 bulan sekali. Dengan catatan, pendonor telah memeriksakan kesehatan dirinya, antara lain tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), dan berat badan. Seorang pendonor memiliki berat badan minimal 45 kg, kadar Hb 12.5 – 17 g/dL, tekanan darah sistole 100-170 dan diastole 70-100 mmHg. Adapun syarat lain yang harus dipenuhi oleh pendonor adalah kondisi tubuh sehat; cukup istirahat (tidur minimal 5 jam); dalam 3 bulan terakhir tidak mendapat pengobatan/sakit berat/operasi; tidak mengidap penyakit diabetes, kanker, jantung, TB paru, gangguan darah, hepatitis B dan/atau C, sifilis, malaria, HIV; tidak sering kejang atau pingsan; tidak dalam keadaan hamil’ tidak minum obat dalam 2 hari terakhir; dan tidak mengkonsumsi narkoba. (pen: das)

135 total views, 1 views today