Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD
Foto bersama Ibu Sri Mulyaningsih Sugana (istri almarhum) dan putrinya

WAKAF POLIKLINIK, MENAMBAH MANFAAT DAN MENYAMBUNG YANG TERPUTUS

BOGOR (7/8) – Tanpa berkata panjang lebar, tanpa berkeliling jauh-jauh di rumah sakit wakaf pertama Dompet Dhuafa, Ibu Sri Mulyaningsih Sugana menyampaikan ini kepada kami, “Saya dan putri saya hanya ingin melihat apa yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit.” Pagi itu, istri almarhum prof. H. Sugana, dr, Sp.M bin Tjakrasudjatma bersama anaknya tiba dari perjalanan Bandung-Bogor.

Beliau datang untuk melihat secara langsung bagaimana dana wakaf dikelola untuk program kesehatan masyarakat dalam bentuk layanan rumah sakit. Bagimana di tahun keenam ini, RS RST DD tetap melayani kesehatan pasien dhuafa tanpa memungut biaya, dan melayani kesehatan pasien umum & BPJS secara amanah dan profesional. “Insya Allah, kami wakafkan dana senilai Rp 300 juta untuk pembangunan ruang poliklinik baru di sini atas nama suami saya,” beliau mengutarakan niat baiknya setelah tahu bahwa sebagai rumah sakit yang baru saja resmi sebagai rumah sakit tipe C, RS RST DD akan menambah ruang poliklinik spesialis di sayap Utara rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Putri alm. Sugana melihat area yang akan dibangun ruang poliklinik spesialis baru

Putri alm. Sugana melihat area yang akan dibangun ruang poliklinik spesialis baru

Semoga wakaf ini menambah aliran pahala untuk alm. dr. Sugana (14 Juli 1926 – 1 Desember 2014), sebanyak manfaat yang dirasakan oleh umat dari masa ke masa hingga akhir zaman. Semasa hidupnya beliau yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Kesehatan Universitas Padjajaran ini pernah menjabat Direktur RS Hasan Sadikin Bandung (1979 – 1985). Kepada keluarga alhmarhum, kami mengucapkan terima kasih karena telah menggenggam tangan kami menjadi perantara kebaikan tersebut. Salam #sehatmiliksemua dari #rumahsakitmodelwakaf (pen: das)


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim)
 
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan meninggalkan harta, tetapi ia tidak berwasiat. Apakah (Allâh) akan menghapuskan (kesalahan)nya karena sedekahku atas namanya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam men-jawab, “Ya.” (HR. Muslim, Muslim, Ahmad, an-Nasa-i, dan al-Baihaqi)

391 total views, 3 views today

Related posts