Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PERSADIA CABANG BOGOR UNIT RST - ZONA MADINA DIRESMIKAN

ZONA MADINA (15/9) – Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Cabang Bogor Unit Rumah Sehat Terpadu – Zona Madina (RST-ZM) resmi dikukuhkan oleh Ir. Koentjoro, M.Pd (Ketua PERSADIA Cabang Bogor RSMM) pada Rabu (13/9) di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Pembentukan unit baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi perkembangan komunitas sehat warga Jampang untuk semakin peduli terhadap penyakit diabetes dalam kesehariannya. PERSADIA sendiri sudah akrab di kawasan Jampang dengan adanya senam diabetes rutin mingguan yang diadakan setiap hari Ahad pukul 07.00 pagi di Lapangan Zona Madina bersama instruktur senam dari PERSADIA RSMM Bogor.

Dalam kesempatan ini, Koentjoro menyambut baik langkah tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Zona Madina untuk bergabung dalam unit baru PERSADIA. Beliau mengingatkan kembali fakta dunia kesehatan bahwa setiap detiknya, dua orang meninggal karena diabetes, sekaligus muncul dua orang penderita diabetes baru. Apalagi prevalensi diabetes Indonesia menempati peringkat keempat tertinggi di dunia setelah Amerika, China, dan India. Bukan berarti karena diabetes bukan penyakit menular, kita bisa lengah dari perhatiannya. “Langkah kita melalui PERSADIA ini adalah bukti kebhinnekatunggalikaan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama berusaha meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit diabetes,” pesan beliau dalam sambutan singkatnya.

Simbolis pengukuhan pengurus PERSADIA Cabang Bogor Unit RST-ZM DD

Simbolis pengukuhan pengurus PERSADIA Cabang Bogor Unit RST-ZM DD

Diabetes perlu diwaspadai. Berdasarkan data Federasi Diabetes Internasional, pada tahun 2015 penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun. Bahkan data WHO memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang. Tetapi amat disayangkan, hanya sekitar separuh dari mereka yang menyadari kondisinya.

Perhatian kita memang lebih tertuju pada peningkatan jumlah penderita diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gangguan organ pankreas dalam memperoduksi insulin, daripada diabetes tipe 1 yang disebabkan oleh rusaknya pankreas sehingga tidak dapat menghasilkan insulin. Insulin berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Faktor utama pencetus diabetes tipe 2  adalah pola hidup yang tidak sehat dalam mengatur asupan makanan dan aktivitas sehari-hari. Terlepas dari faktor keturunan, orang yang memiliki orang tua dengan penyakit diabetes beresiko lebih tinggi terkena diabetes.

Iis sebagai Ketua PERSADIA Unit RST-ZM DD menambahkan, “Kami berharap dengan adanya aktivitas-aktivitas PERSADIA di sini dapat menumbuhkan semangat para penderita diabetes di sekitar Jampang untuk menjaga pola hidup sehat agar kualitas hidup dapat meningkat. Sahabat PERSADIA yang tergabung dapat harapannya juga dapat menjadi promotor hidup sehat bagi keluarga di sekitar tempat mereka tinggal.”

Foto bersama pengurus PERSADIA Cabang Bogor Unit RST-ZM DD dengan PERSADIA Cabang Bogor RSMM

Foto bersama pengurus PERSADIA Cabang Bogor Unit RST-ZM DD dengan PERSADIA Cabang Bogor RSMM

Dengan adanya komunitas sehat yang terbentuk dan interaksi yang rutin setiap senam, Iis juga berharap peserta dapat banyak bertanya dan berkonsultasi seputar diabetes kepada tenaga kesehatan yang tergabung dalam PERSADIA. Senam diabetes tersebut nantinya akan menjadi ajang edukasi, komunikasi, dan silaturahim antar peserta untuk mendapatkan informasi seputar diabetes, pola hidup sehat, dan kegiatan PERSADIA baik di lingkup regional maupun nasional. Dalam waktu dekat, PERSADIA akan memperingati Hari Diabetes Dunia (World Diabetic Day) setiap 14 November, yang insya Allah akan dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 12 November 2017 di Kebun Raya Bogor. Salam #sehatmiliksemua (Pen: das)

110 total views, 3 views today