Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PERAH ASI AGAR TETAP EKSKLUSIF

JAMPANG 02/08 – Selamat pekan ASI se-dunia. Siapapun engkau, baik ibu pekerja maupun ibu rumah tangga, engkau ada yang terbaik, Ibu! Dan salut untukmu ibu pekerja yang tetap semangat memberikan ASI-nya untuk si buah hati. Bukan main tantangannya. Pasti diantara Bunda di sini ada yang pernah mengalaminya. Seringkali ibu pekerja mengalami kesulitan dalam memberikan ASI ekslusif kepada bayinya, dengan alasan sudah saatnya kembali bekerja sehingga ara ibu pekerja memutuskan untuk memberikan bayi mereka sufor.

“Padahal sebagaimana yang kita ketahui, bahwa pemberian susu formula (sufor) harus sesuai dengan indikasi dan resep dokter,” tegas dr. Farah Diba, dokter di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa (RS RSTDD).

Lalu bagaimana dengan para stay home mom? Tetap perlu memerah ASI meski tiap hari di rumah bersama si bayi? Aktifitas memerah ASI bagi sebagian ibu rumah tangga memang dianggap sebagai bukan kebutuhan primer. Air Susu Ibu Perah atau ASIP lebih akrab di kalangan ibu pekerja, yang tidak bisa menghabiskan waktu 24 jam bersama si bayi.

Nyatanya tidak demikian. “Ibu rumah tangga disarankan untuk tetap memerah ASI, apalagi jika produksi ASI berlebih,” jelas Bidan Irna Handayani, salah satu bidan RS RST DD. Karena ada kalanya, sang ibu tidak bersama sang buah hati sehingga dapat memberikan ASI-nya secara langsung.

Kondisi tersebut sering memaksa pendamping bayi untuk memberikan pengganti ASI seperti susu formula. Misal, ketika ibu pergi berbelanja tanpa si bayi atau ketika ibu sedang sakit yang dikhawatirkan dapat menular kepada si bayi. Tanpa sediaan ASIP, ibu bisa saja kehilangan masa 6 bulan ASI eksklusif bagi buah hatinya.

Setelah 2-3 minggu dari masa melahirkan, produksi ASI akan meningkat hingga 1,5-2 L per hari. Sedangkan konsumsi ASI bayi hanya berkisar 750 mL per hari. Dari perhitungan kasar, dapat terlihat akan ada kelebihan ASI yang sia-sia. Dengan pemerahan ASI berlebih, ibu dapat tetap memanfaatkannya dan memberikan ASI tersebut di saat-saat produksi ASI sudah mulai menurun.

Pemerahan ASI juga dapat menjaga kesinambungan produksi ASI khususnya bagi ibu dengan produksi ASI yang sedikit. Akan sangat disayangkan jika seorang ibu harus menghentikan pemberian ASI dan menggantinya dengan susu formula.  Dari hasil penelitian Gatti  (2008), Center for Health Disparitites Research, School of Nursing, University of Pennsylvania, menyebutkan 35% ibu berhenti memberikan ASI dikarena produksi ASI yang menurun akibat persepsi dirinya sendiri bahwa ia tidak dapat memberikan ASI yang cukup.Kegiatan perah ASI akan merangsang produksi susu dari kelenjar mamae.

Sugesti sang ibu pun sangat mendukung banyaknya produksi. Seorang pemerhati ASI, dr. Yahmin Setiawan, MARS, menyebutkan dalam tulisannya,  seorang ibu harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa ia dapat memberikan  ASI eksklusif kepada bayinya. Rajin hadir dalam forum laktasi bersama ibu-ibu menyusui lainnya, seperti Komunitas EPING (Exclussive Pumping), dapat menjadi salah satu sumber motivasi.

Bagi ibu pekerja disarankan melakukan pengosongan payudara setiap 3-4 jam saat bekerja dengan memerah ASI selama 10-15 menit. Dan bagi ibu rumah tangga, pemerahan dapat dilakukan saat dirasa payudara mulai terasa penuh sedangkan bayi dalam keadaan tidak haus. Dalam hal ini, perlu diperhatikan juga cara penyimpanan ASI agar tetap aman dikonsumsi bayi. Jangan lupa beri tanggal pada botol ASI, terapkan prinsip pertama masuk pertama keluar, sehingga tidak ada ASIP yang kedaluwarsa. Masa simpan ASIP beku dapat bertahan baik hingga 3 bulan. Setelah masa ASI ekslusif, ASIP simpanan dapat digunakan sebagai pencampur makanan pendamping ASI (MP-ASI).

Terkadang bayi hanya nyaman di satu posisi menyusui, sehingga ASI dari payudara sebelahnya yang sudah diproduksi tidak dikeluarkan. Tambah Bidan Irna, “Perah ASI juga dapat menyeimbangkan produksi ASI di kedua payudara dan mengurangi risiko terbentuknya kista payudara.”

Dalam rangka mengkampanyekan pekan ASI internasional pada 1-7 Agustus 2018 sekarang, pemerintah  melalui Kemenkes  juga mengajak para ibu dan orang-orang di sekitar sang ibu untuk bekerja sama menjaga keberlangsungan pemberian ASI. Mulai dari masa Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI Eksklusif 6 bulan, masa MP-ASI, hingga sukses menyusui selama 2 tahun. Yuk, kita ulas lagi manfaat ASI yang tidak tergantikan oleh susu yang lain, yaitu: 1) ASI itu sehat, praktis, higienis, tidak butuh biaya tambahan, 2) Nutrisinya sangat ideal dan mudah dicerna oleh tubuh bayi, 3) Dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi, 4) Dapat mengurangi risiko alergi pada bayi, 5) Baik untuk perkembangan IQ bayi lebih tinggi, 6) Dapat memperkuat hubungan ibu dan bayi, 7) Dapat mengurangi isiko ibu terkena Diabetes, osteoporosis, kanker rahim, dll, dan 8) Menyusui merupakan metode Keluarga Berencana (KB) alami. (das)

406 total views, 1 views today