Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

CUKUP 30 MENIT UNTUK TETAP SEHAT

RS RST DD 06/08  –  Menerapkan pola hidup sehat  dalam keseharian bagi seorang dokter bukan hal yang aneh.  Tapi ternyata hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi profesi ini. Diakui oleh dr. Bambang Agustian, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa.  Dengan beban kerja dan risiko tertular penyakit yang relatif tinggi, membuatnya sadar untuk selalu memperhatikan pola hidup  sehat.

Menjadi dokter punya makna tersendiri  baginya. Dengan perannya sebagai manusia yang mengedukasi pasien mengurangi kebiasaan buruk agar cepat sembuh dan penyakitnya tidak semakin parah, secara otomatis seorang dokter adalah raw model (percontohan) sebagai insan yang sehat.

Dokter yang juga aktif di media sosial ini sering berbagi pengalamannya dalam menjalankan pola hidup sehat. Yang tentunya dapat dilakukan oleh siapapun dengan profesi apapun. Prinsip utamanya adalah berimbang, dari segi asupan makanan, istirahat, waktu kerja, olahraga dan yang terpenting ibadahnya. Baginya, hidup sehat adalah bagian dari ibadah, dalam menjaga titipan Allah berupa tubuh yang sedari awal diberikan dalam kondisi baik.

Untuk mensiasati waktu dan beban kerja yang banyak, ia membiasakan untuk tidur sejenak maksimal 30 menit di siang hari. “Jangan lebih dari 30 menit!” tegasnya. Durasi tidur malam yang cukup berbeda bagi setiap orang, ada yang cukup 5 jam, ada pula yang harus 6-8 jam.  Beberapa riset ilmiah sudah membuktikan efektifitas tidur siang ini untuk mengembalikan kesegaran dan konsentrasi, terutama bagi pekerja.

Tips sehat berikutnya adalah biasakan minimal 30 menit sebanyak 3 kali seminggu untuk berolahraga.  Teknik paling mudah adalah peregangan badan setelah bangun tidur, seperti melakukan gerakan plank, dan berlari. Waktu olahraga yang terbaik adalah pagi hari, tetapi  untuk pekerja dapat juga dilakukan sore hari, namun tidak disarankan pada malam hari. Tidak jarang dokter spesialis muda ini bertemu pasien saat berlari di akhir pekan. “Ya, memang saya komitmen merutinkan lari seminggu sekali setidaknya 10 km,”  katanya. Dia berharap  apa yang  dilakukannya dapat memotivasi pasien-pasien untuk menjaga kesehatan.

Istirahat dan olahraga yang cukup harus didukung dengan asupan makan yang sehat dan berimbang. Perbanyak konsumsi protein, buah dan sayuran ketimbang karbohidrat. Ini akan baik juga untuk menjaga bentuk tubuh ideal dan terhidar dari obesitas. Apalagi jika ia memiliki faktor risio penyakit genetik, seperti diabetes dan hipertensi.

Sarapan pagi cukup dengan sereal atau granola kaya serat dan buah-buahan. Di siang hari,  makanlah sesuka kita dengan menu apa saja. Kita tidak perlu mengelak mengkonsumsi karbohidrat  seperti diet keto atau tidak makan daging seperti vegetarian. Tambahnya, “Allah menciptakan manusia dengan sifat omnivora dan kesempurnaan fungsi fisiologis sistem pencernaannya untuk mencerna makanan hewani dan nabati.”

Dan yang tak kalah penting adalah memberikan waktu untuk relaksasi. Apakah itu dengan ibadah, wisata rohani, piknik, atau sekedar berkumpul bersama keluarga. Mengalihkan fokus pikiran dari pekerjaan beberapa saat akan mengoptimalkan daya pikir dan memunculkan ide-ide segar saat kembali bekerja. (das)

467 total views, 1 views today

Related posts