Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Tim Social Media RST

Juli 28, 20161 year ago

KENALI HEPATITIS

Disekitar kita biasanya terdapat orang-rang yang menunjukan gejala beberapa penyakit, namun tidak kita sadari. Berikut ini menunjukan gejala salah satu penyakit sepert kondisi fisik yang ditunjukan adalah nyeri dan sakit di sekitar otot, sakit kepala, sering mual, turunnya berat badan secara drastic, ikterik  atau kulit dan mata terlihat kuning, urine berwarna gelap, perut bagian atas membesar, kuku berwarna kuning, kulit berwarna kuning, dan putih mata menjadi kuning, sakit nyeri disekitar, pandangan mata kabur, dan tinja seperti adukan semen. Kondisi tersebut adalah gejala umumd ari penyakit hepatitis.

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati manusia. Di sini hati atau liver mengalami peradangan sehingga membuat fungsi hati, yang sebagai tempat penyaring racun-racun dalam darah, menjadi terganggu. Dengan terganggunya fungsi hati tersebut, maka terganggu pula fungsi organ yang lain, sehingga membuat kesehatan seseorang akan hancur secara keseluruhan. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah.

Penyebab kerusakan fungsi hati atau liver ini bisa karena seseorang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau karena termakan racun yang membebani kerja liver dan mengakibatkan fungsi hati menjadi rusak. Tetapi, pada kebanyakan kasus, hepatitis disebabkan oleh virus yang ditularkan penderita hepatitis.

Virus dapat berpindah dari seorang penderita ke orang yang sehat. Jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, virus akan menjangkiti tubuh orang yang sehat. Walau sebenarnya, virus dapat dibersihkan oleh antibodi manusia itu sendiri jika sistem kekebalan tubuhnya baik.

Ada 5 macam virus hepatitis yang dinamai sesuai abjad. Kelima virus itu adalah virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC), virus hepatitis D (VHD) dan virus hepatitis E (VHE). Virus-virus ini terus berkembang dan bahkan diperkirakan sedikitnya masih ada 3 virus lagi yang dapat menyebabkan hepatitis.

Hepatitis A

Virus hepatitis A biasanya terdapat pada kotoran si penderita, dan virus ini dapat hidup pada air atau es batu. Virus ini menyebar karena seseorang meminum air yang tercemar VHA atau mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan benar sehingga virus tetap hidup pada makanan atau bisa juga karena orang yang mempersiapkan makanan tidak mencuci tangan dengan benar terlebih dahulu, padahal mungkin saja pada tangannya terdapat virus hepatitis A. Tidak mencuci tangan sehabis menggunakan toilet juga menyebabkan virus ada pada kotoran manusia ini akhirnya berpindah.

 Hepatitis B

Virus Hepatitis B (VHB) biasanya menular melalui darah atau cairan tubuh seperti air liur, cairan vagina, atau air mani yang masuk dalam aliran darah orang sehat. Ini karena hepatitis B terdapat dalam darah dan cairan tubuh tersebut. Tranfusi darah, darah pada pisau cukur, perawatan gigi, gunting kuku, jarum suntik atau jarum yang digunakan untuk membuat tato dapat memindahkan sejumlah kecil darah yang terinfeksi virus hepatitis. Bahkan noda darah yang sudah mengering dapat menulari orang lain selama 1 minggu sejak menempel pada suatu benda. Cara lain penyebaran virus ini adalah karena terbawa sejak dari kandungan oleh seorang ibu yang terinfeksi (keturunan) dan karena hubungan seks.

Seseorang bisa tertular hepatitis B karena hal-hal berikut ini :

  • Melalui hubungan intim dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, penggunaan jarum suntik yang sebelumnya digunakan oleh orang yang terinfeksi (sering terjadi pada pecandu narkoba) juga dapat menyebabkan hepatitis B.
  • Melakukan proses pen-tatoan dengan jarum suntik yang tidak steril. Selain itu, berbagi barang pribadi seperti sikat gigi atau pisau cukur dengan orang yang telah terinfeksi.
  • Seorang bayi dapat terinfeksi melalui air susu ibunya jika si ibu telah terinfeksi lebih dulu.
  • Digigit oleh seseorang yang terinfeksi.

 Hepatitis C

Cara penularan virus ini hampir sama dengan penularan hepatitis B, tetapi pada kebanyakan orang adalah karena jarum suntik. Hepatitis C biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan darah orang yang memiliki penyakit. Hal ini disebabkan oleh virus HCV (Hepatitis C Virus). Hati bisa membengkak dan menjadi rusak. Pada hepatitis C, seperti hepatitis B, risiko kanker hati hanya meningkat pada orang yang mengalami sirosis hati (konsekuensi dari penyakit kronis hati) dan hanya 20% dari pasien hepatitis C yang mengalami sirosis. Proses pendonoran darah juga diuji untuk Hepatitis C.

Hepatitis D

Hepatitis jenis ini hanya terjadi pada orang yang sudah terinfeksi Hepatitis B. Hepatitis D disebabkan oleh virus HDV (Hepatitis D Virus). Peradangan bisa terjadi melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, hubungan intim dengan orang yang terinfeksi, dan perforasi kulit dengan jarum yang terinfeksi. Hati orang dengan Hepatitis D biasanya juga membengkak.

Hepatitis E

Seseorang dapat terinfeksi dengan meminum air yang mengandung HEV (Hepatitis E Virus). Hati membengkak tetapi tidak ada konsekuensi jangka panjang. Penularan juga dimungkinkan melalui hubungan intim.

Hepatitis X

Hepatitis yang tidak dapat dikaitkan dengan virus hepatitis A, B, C, D, atau E, maka hal itu disebut dengan Hepatitis X. Dengan kata lain, hepatitis yang tidak diketahui virusnya.

Hepatitis G

Ini adalah jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus Hepatitis G (HGV). Biasanya tidak ada gejala, dan kalaupun ada, maka gejalanya sangat ringan.

# diperoleh dari berbagai sumber

984 total views, 1 views today

JANGAN ANGGAP BIASA PENYAKIT GONDONGAN

Dalam dunia kedokteran, gondongan merupakan jenis penyakit Mumps atau parotitis. Sebagian besar penyakit yang disebabkan oleh virus ini sering menyerang pada anak-anak. Namun ada beberapa kasus bisa terjadi pada orang dewasa. Gondongan adalah penyakit yang menyebabkan kelenjar parotid (kelenjar yang memproduksi air liur) mengalami pembengkakan oleh karena infeksi virus. Kelenjar ini terletak tepat di bawah telinga di samping wajah. Karena itu orang yang mengalami gondongan, bagian sisi wajahnya akan terlihat membesar. Efek yang timbul dari virus ini juga sama yaitu adanya pembengkakan disekitar rahang bawah.

Gejala yang sering timbul pada saat terjadi penyakit gondongan pada anak biasanya diawali dengan munculnya demam. Hal ini sering terjadi pada anak-anak diatas usia 2 tahun. Sedangkan dibawah usia tersebut biasanya lebih kuat terhadap serangan virus, sebab masih mengkonsumsi air ASI yang memang baik manfaatnya untuk kekebalan tubuh. Sedangkan pada anak yang baru merasa demam, keesokan harinya mulai terlihat gejala baru berupa pembengkakan disekitar rahang bawah. Virus gondongan akan masuk ke saluran pernapasan dan selanjutnya menuju kelenjar parotid untuk berkembang biak dan berinkubasi selama empat belas hingga dua puluh lima hari.

Penyebaran virus gondongan juga bisa terjadi secara tidak langsung atau melalui media perantara, misalnya kita memakai gelas atau handuk yang juga dipakai oleh penderita gondongan. Contoh lainnya adalah apabila penderita gondongan menyentuh mulut atau hidungnya, lalu tangan mereka yang telah terkontaminasi virus memegang gagang pintu, maka kita pun berpeluang tertular apabila turut memegang gagang pintu tersebut.

Gondongan juga bisa menyebabkan gejala-gejala lainnya, seperti nyeri sendi, demam tinggi, mulut kering, nyeri perut, hilang nafsu makan, lelah dan sakit kepala.

Kesembuhan didapat setelah sistem kekebalan tubuh kita sendiri berhasil melawan infeksi. Sementara sistem kekebalan tubuh melakukan pemulihan, kita juga perlu melakukan langkah-langkah perawatan untuk meringankan gejala.

Kompres bagian yang bengkak dan terasa sakit dengan air hangat. Selain itu, dianjurkan untuk cukup istirahat dan banyak minum air putih. Jangan mengonsumsi minuman yang dapat mengiritasi kelenjar parotid, seperti jus buah, dan konsumsi makanan lunak agar terhindar dari rasa sakit akibat mengunyah.

Minumlah obat pereda rasa sakit (misalnya parasetamol atau ibuprofen) yang telah diresepkan oleh dokter sesuai dosis yang dianjurkan. Penyakit gondongan biasa sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Apabila setelah jangka waktu tersebut gejala gondongan tidak memperlihatkan tanda-tanda membaik atau bahkan tiba-tiba memburuk, segera temui dokter kembali.

Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.

Penyebaran gondongan

Selain menjangkiti kelenjar parotid, virus gondongan juga bisa mengontaminasi cairan yang melindungi tulang belakang dan otak (cairan serebrospinal), dan selanjutnya dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh lainnya, seperti menyerang pankreas, otak, indung telur, atau testis. Jika penyebaran ke bagian-bagian tersebut sudah terjadi, maka bisa mengakibatkan komplikasi, antara lain:

  • Pembengkakan testis. Pembengkakan testis biasanya dimulai pada hari ke empat sampai delapan hari setelah pembengkakan kelenjar parotis pada pasien yang telah mencapai usia pubertas. Jika Anda mengalami kondisi ini, kompres testis Anda dengan air hangat atau minum obat pereda rasa sakit. Ibuprofen atau parasetamol bisa dikonsumsi untuk meredakan sakit. Selain itu, gunakan celana dalam yang nyaman. Setelah sembuh, pembengkakan testis sangat jarang sekali menyebabkan penurunan volume sperma, penyusutan testis, atau bahkan kemandulan.
  • Pembengkakan indung telur. Sama seperti pembengkakan testis, kasus pembengkakan indung telur juga hanya berpotensi terjadi pada perempuan yang menderita gondongan setelah masa pubertas. Kondisi ini tidak tergolong serius dan akan sembuh dengan sendirinya setelah sistem kekebalan tubuh berhasil mengatasi gondongan. Gejala yang biasanya muncul adalah mual, demam, dan nyeri di perut bagian bawah.
  • Pankreatitis akut. Pada kasus pankreatitis akut yang berkaitan dengan gondongan, gejala yang muncul biasanya ringan. Selain nyeri di bagian tengah perut yang terasa secara tiba-tiba, penderita komplikasi ini juga berpotensi mengalami diare, demam, mual, dan hilang nafsu makan. Meskipun tergolong ringan, dokter bisa menganjurkan penderita untuk dirawat di rumah sakit hingga kondisi organ pankreas pulih.
  • Meningitis virus. Meningitis pada jenis ini berbeda dengan meningitis mematikan yang disebabkan oleh bakteri. Jenis meningitis ini hanya menyebabkan gejala-gejala ringan, seperti sakit flu dan biasanya dapat sembuh dalam waktu dua minggu. Selain gejala seperti flu, gejala lainnya adalah sakit kepala, leher terasa kaku, dan meningkatnya sensitivitas mata terhadap cahaya.

Pencegahan gondongan

Penyakit gondong bisa dicegah sedini mungkin dengan memberikan imunisasi MMR pada anak Anda. Pemberian vaksin dilakukan saat anak berusia usia 12-18 bulan dan harus diulang sekali lagi ketika dia berusia 6 tahun. Sedangkan apabila kita terlanjur tidak mendapatkan vaksin saat kecil, maka kita bisa melakukan langkah pencegahan dengan cara selalu menjaga kebersihan tangan, tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan orang lain, dan memakai masker.

Ilustrasi vaksin MMR untuk melawan demam campak, beguk/gondong dan rubela

Ilustrasi vaksin MMR untuk melawan demam campak, beguk/gondong dan rubela

Apabila Anda atau anak Anda terlanjur terdiagnosis sakit gondongan, maka jangan beraktivitas dulu di luar rumah untuk sementara waktu sampai sembuh. Penyakit ini mudah sekali menular ke orang lain, terutama beberapa hari sebelum kelenjar parotid membengkak hingga beberapa hari setelahnya. Jika penderita hendak bersin atau batuk, hendaknya gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung, lalu buang tisu tersebut, setelah itu cuci tangan sampai bersih. Dengan mencuci tangan, maka virus tidak akan menempel pada media-media lain yang berpotensi tersentuh oleh orang lain yang masih sehat.

#diperoleh dari berbagai sumber

1,268 total views, no views today

MASAKLAH DENGAN SEMPURNA

Sejak kecil kita dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan yang dimasak secara matang. Namun, sebagian besar penduduk pun terbiasa mengkonsumsi makanan mentah. Di Indonesia sendiri, khususnya dibeberapa tempat dibiasakan untuk memakan sayuran mentah yakni untuk lalapan. Meskipun begitu, di negara kita tidak dibiasakan untuk mengkonsumsi daging mentah. Banyak alasan diangkapkan dimana puluhan bakteri, virus, parasit, dan protozoa mengancam untuk meracuni makanan.

Makanan bisa jadi tercemar bakteri berbahaya. Misalnya makanan disimpan dalam toples atau wadah yang tidak ditutup rapat. Atau sayuran mentah seperti lalapan tidak dicuci bersih terlebih dulu. Penyebab lain, daging dibiarkan pada temperatur ruangan selama beberapa waktu meski sudah dimasak dapat mengundang bakteri.

Beberapa zat kimia atau obat diberikan kepada ternak atau tumbuhan. Misalnya beberapa hewan diberi antibiotik agar kebal terhadap penyakit, ataupun hormon agar ternak tumbuh lebih cepat. Bakteri-bakteri pada ternak ini menjadi lebih kebal, sehingga ketika dikonsumsi manusia, kuman-kuman penyebab penyakit pada manusia lama-kelamaan akan kebal terhadap antibiotik.

Cacing dan Bakteri pada Daging

Daging dan ikan sekalipun sudah dimasak, tapi bila tidak matang, masih meninggalkan parasit/cacing hidup, dan bakteri. Bila mahkluk-mahkluk ini menghuni usus manusia, gejala yang timbul mirip keracunan, antara lain mual, sakit perut, dan diare.

Terdapat beberapa cacing yang ditentukan dari penempatan pada inangnya, yakni cacing taenia saginata berasal dari sapi, taenia solium dari babi, dan diphyllobothrium latum dari ikan. Tak hanya cacing. Ada sumber bahaya lain dari  daging  bila dimakan mentah atau setengah matang. Bakteri, bisa membuat Ada sakit. Beberapa jenis bakteri yang terdapat pada daging sapi antara lain:

E Coli, daging sapi terutama daging cincang atau giling paling mudah terkontaminasi bakteri E Coli. Bila kita mengonsumi daging yang terkontaminasi bakteri ini, gejala yang timbul antara lain perut mulas, kram perut, diare disertai darah. Gejala akan muncul empat hari setelah makanan itu dicerna, kemudian sakit akan dialami mulai hari ke-lima dan seterusnya.

Salmonella, bakteri lain dalam daging mentah dan dimasak setengah matang adalah salmonella. Gejala infeksi salmonella terjadi 12 jam sampai 3 hari setelah daging yang terkontaminasi bakteri ini dicerna di dalam organ pencernaan kita. Sakit perut, kram perut dan diare merupakan gejalanya, dan bisa berlangsung hingga tujuh hari. Terinfeksi bakteri ini kadang-kadang disertai demam.

Campylobacter Jejuni, ditemukan juga dalam daging sapi. Bakteri ini disebut-sebut sangat berbahaya karena dapat menyebar, beredar bersama darah, sehingga pengobatannya butuh waktu lama. Gejala infeksi bakteri ini adalah sakit dan kram perut, demam, dan diare yang tidak disertai darah. Infeksi akan terjadi dua sampai lima hari setelah daging mentah atau setengah  matang tadi dicerna.

Listeria Monocytogenes, memasak daging dalam temperatur yang tepat bisa mematikan bakteri ini.  Mengonsumsi daging yang terkontaminasi bakteri ini akan mengakibatkan gangguan pada organ pencernaan seperti mual dan diare.  Tanda lain yang menyertai adalah nyeri otot, dan demam.  Bakteri ini dapat menyebar ke sistem syaraf, menyebabkan leher kaku, sakit kepala, kehilangan keseimbangan, bingung dan  sawan.  

Cacing dan bakteri pada ikan

Tak hanya daging, ikan juga mengandung parasit yang bisa berpindah ke dalam tubuh kita. Parasit yang terdapat pada ikan adalah cacing pita. Ada beberapa jenis ikan yang sangat rentan cacing pita, yakni ikan trout, cod dan salmon liar. Dampak cacing ini bagi kesehatan adalah anemia atau kurang darah, dan lesu.

Bila membeli ikan mentah, pastikan penjual ikan meletakkan ikan-ikannya di atas es batu. Periksa bagian insang, pastikan berwarna merah cerah. Tekan perut ikan bagian luar, pastikan masih keras, tidak lembek dan tidak berbau. Curigalah bila ikan yang akan dibeli didatangi banyak lalat hijau. Pertanda, ikan tersebut sudah tidak segar, dan berpotensi terkontaminasi bakteri. Amati juga, bila ikan yang akan dibeli tidak diminati oleh lalat hitam yang lazimnya mengerubungi ikan. Pertanda, ikan yang akan Anda beli mengandung pengawet seperti formalin.

Bakteri yang lazim terdapat pada ikan bernama bakteri vibrio. Dilaporkan sebanyak 95 kasus keracunan bakteri vibrio, 50% penyebabnya karena mengonsumsi ikan mentah atau ikan setengah matang. Paparan bakteri ini di dalam tubuh Anda bisa mengakibatkan mual, sakit perut, mulas dan diare. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah dapat mengalami sakit yang lebih parah. Penelitian dari universitas Georgia, USA, 40% infeksi bakteri vibrio bisa berakibat fatal, yaitu kematian. Celakanya, kematian itu disebabkan oleh konsumsi bakteri vibrio yang terbawa oleh ikan mentah atau setengah matang yang Anda konsumsi.

Menurut penelitian, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mencuci daging unggas mentah dapat menyebarkan bakteri dan meningkatkan risiko keracunan makanan pada tubuh. Bakteri yang dimaksud adalah kampilobakter. Bakteri ini menjadi salah satu penyebab paling umum seseorang mengalami keracunan makanan.

Ketika terinfeksi bakteri kampilobakter, gejala yang akan dirasakan adalah sakit perut dan diare. Gejala muncul dua hingga lima hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Kondisi bisa menyebabkan komplikasi jika orang yang terinfeksi adalah anak-anak, orang tua, atau mereka yang memiliki sistem kekebalan rendah seperti pengidap HIV dan kanker.

Komplikasi yang dapat terjadi akibat infeksi kampilobakter adalah:

Jangan mencuci daging mentah!

Jangan mencuci daging mentah!

Tips Mengelola Daging Ayam Mentah

Daging ayam mengandung protein tinggi dan banyak vitamin, seperti vitamin A, vitamin B3, vitamin B5 dan vitamin B6 yang berguna untuk tubuh. Berikut ini bisa menjadi tips-tips yang dapat berguna dalam memasak dan menyimpan daging ayam yang masih mentah:

  • Cuci tangan anda dengan bersih menggunakan sabun dan air hangat sebelum dan setelah menyentuh daging ayam mentah dan peralatan masak. Gunakan handuk bersih untuk mengeringkan tangan dan memutar tutup keran.
  • Daging ayam mentah tidak perlu dibilas dengan air karena semua bakteri akan mati saat proses memasak. Mencuci daging hanya akan meningkatkan risiko penyebaran bakteri.
  • Sebaiknya Anda memiliki peralatan masak tersendiri untuk mengelola daging mentah agar bakteri tidak ikut tersebar ke makanan lainnya, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
  • Daging ayam mentah harus dimasak hingga matang, jangan sampai menyisakan daging yang masih berwarna merah muda.
  • Pastikan semua bagian diperiksa kematangannya, terutama pada bagian kaki. Bagian tersebut membutuhkan waktu terlama dibandingkan yang lainnya.
  • Penyimpanan daging ayam mentah harus diperhatikan. Selalu simpan di wadah yang bersih dan tertutup.
  • Jika Anda ingin mencairkan daging ayam beku, lebih baik cairkan di dalam kulkas ketimbang mendiamkannya di area dapur. Anda juga bisa mencairkannya dengan merendamnya di air dingin jika daging berada di dalam kemasan plastik.
  • Daging ayam mentah biasanya bisa bertahan dua hingga tiga hari. Tapi jika sudah berbau tidak sedap, maka daging sudah tidak bisa dikonsumsi.

Kegiatan mencuci makanan tidak selamanya bermanfaat dalam menyingkirkan kuman. Upayakan untuk memasak makanan dengan kematangan yang sempurna karena ini adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran bakteri atau kuman.

#diperoleh dari berbagai sumber

775 total views, 1 views today

April 15, 20161 year ago

PERAWATAN BAYI BARU LAHIR

Bayi baru lahir adalah bayi yang baru dilahirkan dengan batas usia 0 – 28 hari atau biasa disebut neonates. Bunda, kenalilah tanda-tanda bayi lahir sehat, yaitu: (1) bayi lahir langsung menangis, (2) tubuh bayi kemerahan, (3) bayi bergerak aktif, (4) bayi menyusu dari payudara ibu dengan kuat, dan (5) berat lahir 2.500 – 4.000 gram. Setelah kita mengetahui bayi kita sehat, maka kita dapat melakuakn perawatan yang tepat kepada bayi kita. Karena perawatan bayi sehat tentunya akan berbeda dengan bayi yang tidak sehat. Apa saja yang perlu dilakukan dalam merawat bayi baru lahir?

1.       Menyusui bayi untuk memberi nutrisi.

Waktu pemberian ASI dapat dilakukan berdasarkan permintaan bayi (on demand) atau semau bayi, atau minimal 2 jam sekali. ASI diberikan eksklusif, yaitu bayi hanya minum ASI saja tanpa tambahan apapun hingga bayi berusia 6 bulan. Karena pada usia tersebut, lambung bayi belum kuat mencerna makanan dengan tekstur selain ASI.

Manakah yang lebih baik, ASI atau susu formula? Kita tidak dapat membandingkan keduanya, karena jelas perbedaannya. ASI adalah pemberian alamiah oleh Allah dengan kualitas yang tidak diragukan dan tidak tertandingi. Gizinya pun sempurna, banyak kandungan ASI yang tidak dimiliki oleh susu formula. Selain itu, tidak pernah ditemukan kasus alergi pada pemberian ASI, misal gangguan saluran napas, diare.

Wajarkah jika bayi gumoh atau muntah setelah menyusu? Perlu digarisbawahi bahwa gumoh adan muntah adalah dua hal yang berbeda. Gumoh terjadi pada selang waktu yang dekat setelah pemberian ASI. Gumoh itu sendiri merupakan bentuk alami adapatasi bayi. Atau karena terlalu banyak udara yang masuk bersamaan dengan ASI. Menepuk-nepuk punggung bayi dapat membantu bayi mengeluarkan udara dalam bentuk sendawa. Sedangkan muntah terjadi cukup lama setelah bayi menyusu. Kasus muntah seringkali terjadi pada pemberian susu formula.

2.       Jaga kebersihan bayi.

Kulit manusia harus dibersihkan, karena merupakan “makanan empuk” bagi kuman-kuman kulit. Bayi baru lahir minimal dimandikan sehari sekali karena ia belum tahan dingin. Entah dengan cara berendam di bak mandi atau dilap dengan waslap basah yang sudah diberi sabun bayi.

Agar kulit tetap lembab dan terhindar dari kekeringan, dianjurkan memakai baby oil. Untuk mencegah munculnya biang keringat, atur temperatur ruangan/kamar bayi senyaman mungkin. Jangan sampai bayi kepanasan. Jika tak punya AC, ventilasi kamar harus baik.

Jangan gunakan bedak tabur untuk biang keringat, pada jam-jam yang banyak mengeluarkan keringat seperti siang hari, lap bagian tubuh yang banyak keringat dengan kapas yang dibasahi air hangat atau tisu basah non-alkohol. Lakukan sesering mungkin pada bayi yang banyak biang keringat, terutama di daerah-daerah lipatan. Lalu keringkan tubuh bayi.

Bayi minimal dimandikan sehari sekali dengan air hangat-hangat kuku. Mengapa perlu dengan air hangat? Karena sebelum ia lahir, ia masih dilindungi oleh air ketuban yang menjaganya tetap hangat. Ketika ia lahir, ia masih perlu menyesuaikan tubuhnya dengan suhu lingkungan.

3.       Pencegahan infeksi

Sesaat setelah lahir, lakukan pencegahan infeksi kuman pada bayi, yaitu pertama dengan pemberian salep mata/tetes mata (2 tetes) dari tenaga kesehatan. Saat bayi lahir normal melalui jalan lahir ibu, kita tidak tahu si ibu mengidap penyakit apa (terutama penyakit kelamin). Penyakit ini sangat mudah menyerang bayi terutama pada jaringan mukosa seperti mata. Kedua, bayi mendapatkan suntikan vitamin K1 dengan dosis 0,25 – 1 mg, fungsinya mencegah perdarahan pada bayi. Kebanyakan kasus perdarahan pada bayi adalah perdarahan tali pusat dan intrakranial (otak). Terkadang bayi mengalami beberapa trauma di jalan lahir. Ketiga, bayi mendapatkan imunisasi HB-0 (hepatitis pertama) sebelum bayi berumur 24 jam sampai 7 hari. Mengingat pentingya pencegahan infeksi ini, ibu sangat dianjurkan untuk dapat melakukan persalinan dengan bantuan tenaga kesehatan. Persalinan dengan bantuan ‘Mak Paraji’ bisa saja dilakukan, namun ibu dan bayi tidak dapat memperoleh tindakan pencegahan infeksi dengan segera.

4.       Perawataan tali pusat

Prinsipnya, jaga tali pusat selalu bersih, kering, dan biarkan terbuka (jangan dibungkus). Jika kotor, bersihkanlah dengan kain bersih dan air matang. Perawatan menggunakan alkohol ataupun betadine, dan penutupan tali pusat sudah tidak dianjurkan lagi. Karena hal tersebut malah akan membuat tali pusar menjadi lembab. Alkohol yang sifatnya dingin juga cenderung membuat bayi hipotermia (kedinginan). Jangan diberi ramuan apapun, apabila kebersihannya tidak terjamin. Umumnya, tali pusat akan putus antara 1-2 minggu setelah kelahiran, tapi bisa juga terjadi lebih dini atau lebih lambat. Kecepatan puput tali pusat dipengaruhi oleh perawatannya.

Bagaimana dengan pemberian koin, bolehkah? Perlakuan ini biasa dilakukan oleh para ibu turun temurun untuk menjaga estetika bayi supaya pusar tidak ‘bodong’. Boleh saja, selama si ibu memastikan koin yang digunakan bersih sehingga bayi terhindar dari infeksi.

5.       Jaga kehangatan bayi.

Mandikanlah bayi baru lahir setelah 6 jam. Kemudian bungkuslah bayi dengan kain kering. Gantilah kainnya jiika basah. Jika berat lahir kurang dari 2.500 gram, lakukan Metode Kangguru. Jangan tidurkan bayi ditempat dingin atau banyak angin.

Perlukan bayi dijemur? Sinar matahari di bawah pukul jam 9 bagus untuk kesehatan bayi. Di dalamnya terdapat pro vitamin D yang baik untuk tulang. Seperti halnya tanaman, tanaman yang selalu disiram tetapi tidak terkena sinar matahari, akan terlihat pucat. Bayi pun demikian. Hindarilah sinar matahari lebih dari jam 9, karena suhunya sudah meningkat dan menjadi terlalu panas bagi kulit bayi.

Bunda, penting juga untuk mengetahui tanda bayi sakit berat. Segera bawa ke bidan/dokter/perawat jika muncul tanda-tanda tersebut, agar tidak terlambat ditangani. Catat kedua belas tanda berikut ya, Bunda.

  1. Tidak dapat menyusu karena nafsu makan menurun.
  2. Mengantuk atau tidak sadar. Bayi menjadi lebih banyak tidur.
  3. Nafas cepat (lebih dari 60 kali per menit).
  4. Tangisannya merintih, karena sambil menahan rasa sakit.
  5. Tarikan dinding dada bagian bawah (retraksi) seperti terengah-engah.
  6. Tampak biru pada ujung jari tangan dan kaki atau bibir, bisa berarti hipotermi atau indikasi awal penyakit jantung. Bayi biru kedinginan akan kembali memerah setelah dihangatkan. Sedangkan bayi dengan penyakit jantung akan tetap biru pada suhu lingkungan berapapun.
  7. Kejang. Gerakan bayi umumnya tidak teratur, sedangkan gerakan kejang teratur dan sering.
  8. Badan bayi kuning karena kadar bilirubin tinggi.
  9. Kaki dan tangan terasa dingin.
  10. Demam, suhu bayi di atas 37,5 derajat Celcius.
  11. Tali pusat kemerahan sampai dinding perut, bahkan berbau, merupakan ciri bayi terkana infeksi
  12. Mata bayi bernanah banyak, bukan belekan. Belekan berwarna putih yang merupakan sekret yang wajar dikeluarkan dari mata bayi. Sedangkan nanah berwarna kuning pekat.

Sulitkah cara perawatan bayi baru lahir di atas? Tentunya mudah selama dilakukan dengan penuh keikhlasan dari ibu.

*Materi ini disiarkan bersama narasumber Bidan Niken Desna (Bidan Rumah Sehat Terpadu) pada segmen OASE – Healthy Life Style di Radio Swaracinta 107.7 FM

814 total views, no views today

Pages:123Next »