Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Latest Update

HUT KE-72 DITKUAD: BERSYUKUR DENGAN BERBAGI BERSAMA RUMAH SEHAT TERPADU DOMPET DHUAFA

Zona Madina (20/9) – Menjadi sebuah kehormatan bagi keluarga besar RS Rumah Sehat Terpadu dan Dompet Dhuafa, saat menerima kunjungan anjangsana rekan-rekan dari Direktorat Keuangan TNI Angkatan Darat (Ditkuad) dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Ditkuad ke-72 tahun pada Rabu 20 September 2017.

Pemberian bingkisan kepada pasien rawat inap anak di Ruang Al Jabbar

Pemberian bingkisan kepada pasien rawat inap anak di Ruang Al Jabbar

Diawali dengan sholat dhuha di Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa, momen ulang tahun ini diisi dengan penuh rasa syukur. Hadir bersama rombongan, Brigjen TNI Sasongko Hardono, S.Sos (Direktur Keuangan TNI AD) dan Ibu Angelia Sasongko (Ketua Persit Kartika Candra Kirada Cab. XVIII PG Mabes AD) beserta jajarannya. Pada kesempatan ini, Ditkuad memberikan bingkisan berupa mainan edukasi dan keperluan sekolah kepada anak-anak keluarga member Dompet Dhuafa dan para pasien anak yang sedang dirawat di Ruang Rawat Inap Anak Al-Jabbar.

Acara ramah tamah

Acara ramah tamah

Tak hanya itu, sejumlah dana zakat, infaq, dan wakaf dari rekan-rekan Ditkuad Jakarta pun disalurkan kepada Dompet Dhuafa. “Kami selalu membudayakan sedekah dan berzakat. Melihat apa yang sudah dilakukan Dompet Dhuafa untuk Indonesia, dan salah satunya di Rumah Sehat Terpadu ini, kami semakin yakin lagi untuk bersedekah dan berzakat ke sini. SIP!” ajak beliau kepada rekan-rekan Ditkuad di ruang Aula Teater Dzikir dalam sambutannya.

Pemberian cenderamata dari RS RST DD kepada DITKUAD Jakarta

Pemberian cenderamata dari RS RST DD kepada Direktur Keuangan TNI Angkatan Darat, Brigjen TNI Sasongko Hardono, S.Sos

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Bambang Suherman (Direktur Mobilisasi Zakat Dompet Dhuafa) selanjutnya, “Hiduplah tenang di rumah kita dengan membawa harta yang sudah bersih setelah dikeluarkan zakatnya. Hiduplah sejahtera dengan harta yang semakin bertumbuh dan berkah dengan infaq yang dikeluarkan di jalan Allah. Dan hiduplah bahagia setelahnya dengan pahala wakaf yang mengalir.”

Ibu Angelina Sasongko dan rekan menyapa pasien hemodialisa

Ibu Angelina Sasongko dan rekan menyapa pasien hemodialisa

Seperti halnya RS RST DD, rumah sakit wakaf Dompet Dhuafa yang pertama, yang diharapkan dapat menjadi role model inspiratif bagi rumah sakit wakaf atau rumah saklit sosial lainnya di Indonesia. Suasana rumah sakit dengan bangunan yang ramah lingkungan berkonsep green hospital serta memiliki fasilitas terbaik bagi pasien dhuafa, BPJS, dan umum tanpa memandang kelas, dapat dilihat dan dirasakan oleh rombongan Ditkuad saat hospital tour. Apalagi saat Bapak dan Ibu Sasongko menyapa pasien di Poliklinik dan Ruang Rawat Inap Al Jabbar, “Benar-benar homey dan nyaman. Ada pojok bermain dan program biblioterapi dari kakak-kakak perawatnya bisa membuat mereka lekas sembuh dan ceria lagi.”

Pemberian bingkisan kepada  anak-anak keluarga member Dompet Dhuafa

Pemberian bingkisan kepada anak-anak keluarga member Dompet Dhuafa

Kegiatan anjangsana dilanjutkan ke Sekolah Smart Ekselensia Indonesia di Dompet Dhuafa Pendidikan bersama Bapak Ismail A Said (Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika), disambut hangat oleh penampilan musik ansambel dari siswa- siswa terbaik se-Indonesia.

Foto bersama

Foto bersama

Jayalah terus TNI AD Indonesia dengan mewarnai negeri dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Bersama-sama kita memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa Indonesia. (Pen: das)

105 total views, no views today

PERSADIA CABANG BOGOR UNIT RST - ZONA MADINA DIRESMIKAN

ZONA MADINA (15/9) – Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Cabang Bogor Unit Rumah Sehat Terpadu – Zona Madina (RST-ZM) resmi dikukuhkan oleh Ir. Koentjoro, M.Pd (Ketua PERSADIA Cabang Bogor RSMM) pada Rabu (13/9) di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Pembentukan unit baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi perkembangan komunitas sehat warga Jampang untuk semakin peduli terhadap penyakit diabetes dalam kesehariannya. PERSADIA sendiri sudah akrab di kawasan Jampang dengan adanya senam diabetes rutin mingguan yang diadakan setiap hari Ahad pukul 07.00 pagi di Lapangan Zona Madina bersama instruktur senam dari PERSADIA RSMM Bogor.

Dalam kesempatan ini, Koentjoro menyambut baik langkah tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Zona Madina untuk bergabung dalam unit baru PERSADIA. Beliau mengingatkan kembali fakta dunia kesehatan bahwa setiap detiknya, dua orang meninggal karena diabetes, sekaligus muncul dua orang penderita diabetes baru. Apalagi prevalensi diabetes Indonesia menempati peringkat keempat tertinggi di dunia setelah Amerika, China, dan India. Bukan berarti karena diabetes bukan penyakit menular, kita bisa lengah dari perhatiannya. “Langkah kita melalui PERSADIA ini adalah bukti kebhinnekatunggalikaan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama berusaha meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit diabetes,” pesan beliau dalam sambutan singkatnya.

Simbolis pengukuhan pengurus PERSADIA Cabang Bogor Unit RST-ZM DD

Simbolis pengukuhan pengurus PERSADIA Cabang Bogor Unit RST-ZM DD

Diabetes perlu diwaspadai. Berdasarkan data Federasi Diabetes Internasional, pada tahun 2015 penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun. Bahkan data WHO memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang. Tetapi amat disayangkan, hanya sekitar separuh dari mereka yang menyadari kondisinya.

Perhatian kita memang lebih tertuju pada peningkatan jumlah penderita diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gangguan organ pankreas dalam memperoduksi insulin, daripada diabetes tipe 1 yang disebabkan oleh rusaknya pankreas sehingga tidak dapat menghasilkan insulin. Insulin berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Faktor utama pencetus diabetes tipe 2  adalah pola hidup yang tidak sehat dalam mengatur asupan makanan dan aktivitas sehari-hari. Terlepas dari faktor keturunan, orang yang memiliki orang tua dengan penyakit diabetes beresiko lebih tinggi terkena diabetes.

Iis sebagai Ketua PERSADIA Unit RST-ZM DD menambahkan, “Kami berharap dengan adanya aktivitas-aktivitas PERSADIA di sini dapat menumbuhkan semangat para penderita diabetes di sekitar Jampang untuk menjaga pola hidup sehat agar kualitas hidup dapat meningkat. Sahabat PERSADIA yang tergabung dapat harapannya juga dapat menjadi promotor hidup sehat bagi keluarga di sekitar tempat mereka tinggal.”

Foto bersama pengurus PERSADIA Cabang Bogor Unit RST-ZM DD dengan PERSADIA Cabang Bogor RSMM

Foto bersama pengurus PERSADIA Cabang Bogor Unit RST-ZM DD dengan PERSADIA Cabang Bogor RSMM

Dengan adanya komunitas sehat yang terbentuk dan interaksi yang rutin setiap senam, Iis juga berharap peserta dapat banyak bertanya dan berkonsultasi seputar diabetes kepada tenaga kesehatan yang tergabung dalam PERSADIA. Senam diabetes tersebut nantinya akan menjadi ajang edukasi, komunikasi, dan silaturahim antar peserta untuk mendapatkan informasi seputar diabetes, pola hidup sehat, dan kegiatan PERSADIA baik di lingkup regional maupun nasional. Dalam waktu dekat, PERSADIA akan memperingati Hari Diabetes Dunia (World Diabetic Day) setiap 14 November, yang insya Allah akan dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 12 November 2017 di Kebun Raya Bogor. Salam #sehatmiliksemua (Pen: das)

109 total views, 2 views today

Kunjungan Mr. Ranjiv Ghosh dari India ke RS RST DD

GANDENG TEKNOLOGI, TINGKATKAN LAYANAN KESEHATAN

BOGOR (9/8) – Kenyataannya, rasa kemanusiaan dan rumah sakit adalah dua hal yang tidak pernah lepas. Hal itu pula yang menjadi salah satu alasan RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa berdiri untuk melayani kesehatan kaum dhuafa. Ternyata, RS RST DD tidak sendirian menjunjung nilai tersebut. Ada rumah sakit-rumah sakit lainnya yang peduli terhadap kesehatan kaum papah, diluar kesehariannya melayani pasien umum atau peserta asuransi. Dan hari ini sahabat sevisi itu datang jauh-jauh dari India ke rumah sakit model wakaf di Jampang, Kabupaten Bogor.

Mr. Ranjiv Ghosh, namanya. Sudah puluhan tahun beliau bergelut di bidang kesehatan khususnya dalam pengobatan penyakit kardiovaskular, gagal ginjal, dan hati. Ada hal yang menarik yang dibincangkan, yaitu dari semua orang di dunia yang pergi keluar negeri untuk berobat, 57%* orang tersebut adalah penduduk Indonesia. Negara lainnya hanya mengambil bagian 1-2%. Beberapa alasan yang diambil adalah karena fasilitas kesehatan rumah sakit dalam negeri belum selengkap di luar negeri, atau tenaga medis luar negeri yang dianggap lebih kompeten. Padahal belum tentu penilaian itu benar sepenuhnya.

Tetapi berbeda jika domestik Indonesia mampu menyediakan apa yang diinginkan oleh para “turis medis” tersebut. Indonesia memiliki potensi yang besar. Oleh karenanya beliau tergelitik untuk berbagi pengalamannya dengan RS RST DD, sebagai rumah sakit istimewa yang tidak hanya melayani pasien umum dan BPJS, melainkan juga melayani kesehatan kaum dhuafa.

“Hal yang sama yang kami lakukan di India. Sekarang rumah sakit-rumah sakit disana berupaya untuk memberikan nilai humanis yang lebih dengan memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada orang yang tidak mampu. Di rumah sakit kami 10 operasi katarak per bulan digratiskan untuk program sosial ini,” tukas Ranjiv dalam ramah tamah bersama drg. Imam Rulyawan, MARS, Direktur Utama RS RST DD.

Mr. Ranjiv berkeliling rumah sakit melihat bentuk wakaf para muwakif

Mr. Ranjiv berkeliling rumah sakit melihat bentuk wakaf para muwakif

Pelayanan terbaik ditunjang oleh kemajuan teknologi di bidang kesehatan. “Kami memiliki teknologinya, alatnya, dan tenaga ahlinya. Perkembangan teknologi dapat meningkatan efisiensi proses pengobatan. Kami berharap, ini dapat membantu program sosial kesehatan di rumah sakit ini. Terutama bagi member dhuafa yang berobat di sini, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit lain apalagi ke luar negeri untuk mendapatkan fasilitas kesehatan terbaik,” sambungnya. Selama ini, Mr. Ranjiv bersama rekannya telah membangun kerjasama serupa di negara berkembang lain seperti Myanmar, Nepal, Nigeria, dan Kolombo.  Donasi kami membantu banyak bagi pengobatan masyarakat, khususnya kaum marginal. “Sebagai rumah sakit yang memberikan pelayanan hemodilasa, kami pun berharap demikian. Dengan adanya sumbangsih teknologi pengobatan ginjal dan hati juga penyakit kardiovaskular, semoga RS RST DD nantinya menjadi solusi kesehatan bagi masyarakat sekitar,” dr. M. Zakaria, Direktur Pelayanan Kesehatan, mengiyakan. (pen: das)


*Sumber:  “Overview of the development of Malaysia Healthcare towards Medical Tourism”, Dr Mary Wong Lai Lin, CEO of Malaysia Healthcare Tourism Council, 2012

272 total views, 2 views today

Ridwal Kamil menjenguk pasien anak di Ruang Rawat Inap Al Jabbar

RIDWAN KAMIL SILATURAHMI KE RST DOMPET DHUAFA DI KOTA HUJAN

JAMPANG (29/7) – Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa (RS RST DD) dipilih Ridwan Kamil (RK) sebagai destinasi akhir perjalanan sehariannya di Kota Hujan pada Sabtu kemarin. Ini kali pertamanya bagi Walikota Bandung tersebut mengunjungi rumah sakit wakaf yang memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi dhuafa atau warga yang tidak mampu, yang dikelola oleh Dompet Dhuafa.

Sosok pemimpin Bandung yang berhasil mengumpulkan zakat PNS di Kota Bandung sebanyak 2 milyar per bulan, ini menilai program Dompet Dhuafa memberikan dampak positif yang nyata bagi perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik. Sebelumnya, Pemkot Bandung sendiri bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk membangun ratusan rumah rakyat ramah lingkungan pasca banjir bandang di Garut pada bulan April lalu.

Hujan menyambut hangat kedatangan RK sore itu. Dalam kunjungannya, RK sempatkan menjenguk pasien-pasien di ruang rawat inap. Didampingi oleh Ismail A Said, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Repulika, dan jajaran direksi RS RST DD, RK melihat ruang-ruang bagain rumah sakit hasil wakaf umat, termasuk yang didonasikan oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Barat di ruang Al Jabbar dan Al Aziz.Terkesan dengan pelayanan kesehatan yang diberikan, RK menganggap RS RST DD adalah percontohan yang baik dalam hal pengelolaan dana zakat dan wakaf.

Disampaikannya di sela ramah tamah usai berkeliling rumah sakit, “Rumah sakit ini merupakan terobosan hebat. Akan sangat baik jika dapat diduplikasi secara sistematis dan merata di pelosok negeri. Tentunya dengan sistem pengelolaan zakat yang membantu perekonomian fakir miskin. Seperti yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa, sistem keuangan dan operasional dikelola dengan berbasis umat. Outputnya, orang yang tidak mampu tidak usah lagi banyak berfikir untuk berobat., karena ada rumah sakit yang siap melayani.”

Ridwal Kamil bersama Bapak Ismail dan direksi RS RST DD

Ridwal Kamil bersama Bapak Ismail dan direksi RS RST DD

Mengiyakan apresiasi RK kepada DD, Ismail A Said yakin bahwa umat bisa membuat rumah sakit yang serupa dimana saja. Zakat itu hanya sebagian kecil dari harta seorang muslim, tetapi merupakan potensi besar yang tersimpan oleh umat. “Jika kita bisa mengerahkan semua muslim untuk membayar zakat dan ada yang mengelolanya dengan baik, zakat akan memberikan efek nyata yang begitu besar untuk umat, seperti yang dahulu Rasulullah dan para sahabat lakukan,” sambungnya. (pen: das)

267 total views, 2 views today

Pages:1234...111112Next »